12 Tenaga Medis Rumah Sakit Djoelham Diisolasi

- Advertisement - Pfrasa_F
Tim satgas COVID -19 Kota Binjai, gelar konpres terkait 12 tenaga medis yang diisolasi. (Foto/Dok. Istimewa)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Sebanyak 12 orang petugas medis Rumah Sakit Djoelham Binjai terpaksa diisolasi secara mandiri karena berinteraksi langsung dengan pasien yang telah dinyatakan positif dalam pengawasan (PDP) oleh salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Langkat, Kamis (9/4).

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Ahmad Yani, mengatakan pasien yang sudah berstatus PDP datang ke Rumah Sakit Djoelham tanpa pengawasan oleh pihak terkait. “Ada PDP dari daerah lain yang seharusnya mengikuti prosedur untuk dirujuk di rumah sakit rujukan. Namun, tanpa sepengetahuan datang ke Rumah Sakit Djoelham. Kami sangat menyayangkan kejadian ini, semestinya PDP harus diawasi dan jangan dilepas,” ucapnya dalam konferensi pers.

Direktur RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai, dr David Tambun mengimbau kepada masyarakat agar jujur dengan kondisi yang dialami. “Saya menginformasikan kepada masyarakat agar jujur dan terbuka ketika mengalami keluhan agar segera datang ke Rumah Sakit Djoelham Binjai,” imbaunya.

“Tadi malam ada seorang pasien dengan keluhan demam dan sesak nafas, kemudian dalam pemeriksaan, yang bersangkutan tidak ada mengatakan bahwa ia sudah dinyatakan sebagai PDP oleh tim dokter dari rumah sakit lain padahal sudah disiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit lain tetapi ia tidak setuju dan datang sendiri ke Rumah Sakit Djoelham. Sangat di sayangkan, karena tidak jujur kepada tim medis kami, mengakibatkan 12 orang tenaga medis kami, terpaksa diisolasi dan tidak dapat bekerja sebagaimana biasanya,” lanjutnya.

Kepala kesehatan Binjai Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai dr. Sugianto pun mengimbau para masyarakat agar jujur dan saling bekerja sama. “Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, mari kita bekerja sama dan ikut anjuran pemerintah agar kita bisa memutuskan rantai penularan Covid-19 ini,” tutupnya.

Mushthofawiyah, salah satu warga Kota Binjai menanggapi hal terkait. “Saya santai saja, yang penting tidak keluar rumah. Kalau keluar pun pakai masker, terus olahraga dan banyak-banyak makan dan minum vitamin C,” ujar dari keterangan tertulis saat diwawancarai melalui WhatsApp.

“Selain itu, jangan lupa juga berdoa. Hal ini tidak boleh ketinggalan. Harapannya supaya warga Binjai untuk jujur menjawab jika ditanya dan tidak kejadian seperti ini lagi,” tutup siswi SMAN 3 Binjai.

Reporter : Hijrah Alkhoir dan Ninda Azzahratunnisa Hasibuan

Editor      : Rindiani

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles