
Medan, Dinamika Online – Rekaman suara Kapoldasu dengan salah satu pasangan calon Gubernur Sumatera Utara rencananya akan dibeberkan oleh rombongan Dewan Mahasiswa Yudisium Sumut, karena dinilai melakukan intervensi. Rombongan mahasiswa itu berdemonstrasi di depan kantor DPRD Sumut Jl. Imam Bonjol No.5, Kamis (26/4).
Belum dipastikan berapa jumlah mahasiswa yang berdemonstrasi, namun dalam perkiraan ada sebanyak 100 orang lebih. Rombongan mahasiswa datang dari berbagai almamater, tampak juga almamater organisasi luar kampus. “Kapolda dan Wakapolda telah mengintervensi salah satu paslon. Di mana di sini posisi penegak hukum, malah ikut berbuat curang,” disampaikan oleh M. Razak, mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN).
Tuntutan terhadap Kapolda dan Wakapolda merucut pada pencopotan posisi kedua pejabat negara dari lembaga Kepolisian. “Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw bersama Wakapolda harus dicopot dari posisinya. Kami tidak ingin Sumatera Utara dipimpin oleh para pelanggar. Jika masih berlanjut, kami siap mengepung Markas Poldasu,” lanjutnya mengancam di atas mobil pikap.
Ketua Komisi A DPRD Sumut turun dan menjawab tuntutan mahasiswa. “Kami siap mengambil tindakan terhadap tuntutan kalian. Namun, kalian harus mempersiapkan bukti yang lebih,” katanya. Rombongan mahasiswa mayoritas dari UIN SU, Unimed, UMSU, UMN, dan STIK-P.
Reporter : Rahmanuddin dan Rizki Ananda
Editor : Maya Riski

