
Penulis: Karmila Sinaga
Saat Ramadan seperti sekarang, kalimat berbuka puasa dengan yang manis tentu sangat familiar di telinga. Banyak iklan di televisi yang menjadikan kalimat tersebut sebagai jingle, sehingga masyarakat sudah terbiasa berbuka puasa dengan yang manis-manis. Oleh karena itu, adalah hal biasa jika di bulan Ramadan, kita banyak menjumpai para penjual takjil yang rasanya begitu manis. Tetapi, apakah berbuka puasa dengan yang manis merupakan sebuah anjuran?
Kenyataannya tidak ada satu pun hadis yang mengatakan berbukalah dengan yang manis. Berdasarkan hadis dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Salallahu alaihi wasallam berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum salat. Jika tidak terdapat ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada, beliau meneguk dengan air (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Dapat kita pahami, hadis di atas menjelaskan ruthab dan tamr merupakan jenis makanan yang memiliki rasa manis. Namun, jika kita telaah urutan paling akhir itu dikatakan dengan meneguk air putih, yang mana air putih memiliki rasa yang tidak manis. Tentulah dapat kita simpulkan tidak ada sunah berbuka dengan yang manis-manis. Selain itu, hadis di atas menerangkan bahwa manis yang dimaksud adalah berasal dari kurma, namun banyak masyarakat yang menganggap segala makanan manis adalah sunah untuk berbuka puasa, seperti: cendol, bubur, sirup, dan lainnya.
Berdasarkan keterangan yang tertulis di laman Kumparan.com selain kurma, masyarakat dianjurkan agar berbuka ditambah dengan mengkonsumsi buah-buahan, dan es kelapa. Hal ini berfungsi agar kadar gula dalam tubuh naik secara perlahan-lahan setelah 12 jam dan meningkatkan glukosa, sedangkan air kelapa merupakan sumber elektrolit yang mengandung gula alami dan mineral, air kelapa juga mampu mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Kumparan.com memaparkan berbuka dengan yang manis ternyata tidak selamanya baik, misalnya teh manis. Minuman ini ternyata bukan pilihan terbaik untuk berbuka. Teh manis pun mengandung kafeina yang dapat membuat seseorang semakin haus. Bukan hanya itu, jika berbuka dengan teh manis seseorang akan merasa mual dan kembung dikarenakan adanya kandungan kafeina tersebut.
Untuk itu, jadilah muslim yang cerdas dan peduli terhadap kesehatan. Setiap berbuka puasa harus paham mengatur porsi makanan manis, pilihlah jenis manis yang sehat, seperti kurma. Jangan sembarangan mengkonsumsi makanan karena kalimat berbuka dengan yang manis lebih ditujukan dengan kurma, bukan seluruh makanan yang memiliki rasa manis. Wallahu’alam bisshawaf.

