Sudah Tahu Belum? Ini Perbedaan MotoGP, Moto2, dan Moto3

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/MotoGP)

Penulis: Ahmad Fadhlan

Kesal lihat rider (pengendara) kebut-kebutan di jalan raya? Gak pakai safety gear lagi! Hihi mungkin mereka belum berkesempatan menyalurkan bakat dan minat hobi balapnya di sirkuit. Jangan di contoh ya, kalau mau balapan di sirkuit saja jangan di jalan raya, bisa membahayakan orang lain loh! Kalau diri sendiri sih tidak  masalah, hehe bercanda.

Kalian tahu kan MotoGP? Saya rasa kalian yang membaca ini pasti pernah dengar ya kata itu. Yaa, MotoGP adalah seri kejuaraan balap bergengsi kelas dunia yang sudah ada sejak tahun 1949 dengan nama GP500. Nama resminya FIM MotoGP World Championship atau yang kerap disebut MotoGP, adalah kelas utama dari seri balapan Grand Prix Sepeda Motor di bawah naungan organisasi internasional bidang olahraga sepeda motor, Federation Internationale de Motocyclisme atau disingkat FIM.

Nah, sudah pada tahu tidak kalau di kejuaraan ini bukan hanya satu macam kelas, loh! Ternyata ada klasifikasinya, yaitu MotoGP, Moto2, dan Moto3. Kelas ini dibedakan berdasarkan kapasitas dan konfigurasi mesin, serta regulasi bobot keseluruhan motor. Dan lebih spesialnya lagi, motor-motor yang digunakan di kejuaraan ini tidak diproduksi massal untuk pasar umum.

Mau tahu perbedaan dari tiga kelas ini? Yuk simak artikel berikut sampai habis ya. Jarang-jarang loh Dinamika membuat tulisan mengenai ini, bahkan mungkin ini pertama kali, hehe.

Moto3

Kelas Moto3 ini mengusung mesin dan sasis prototipe (tidak diproduksi massal) berkapasitas 250 cc 1 silinder. Yah bisa dibilang suara yang dihasilkan sama seperti motor-motor di jalan raya yang sering kita jumpai yang memakai racing exhaust atau knalpot racing. Terganggu ya dengan suaranya saat di putaran tinggi? Nah, kalau kurang suka dengan suaranya, ada yang lebih merdu nih sob, yaitu Moto2.

Moto2

Andi Farid Izdihar. (Foto/Moto2)

Mengusung mesin produksi massal buatan Triumph berkapasitas 765cc dan sasis prototipe, setiap tim di Moto2 mempunyai motor dengan spesifikasi yang sama. Yah tinggal tergantung skill pembalapnya saja. Untuk suara ya lebih merdu dari yang satu silinder. Memang motor dengan 3 silinder sangat jarang kita temukan di jalan raya. Contoh motor lain yang menggunakan konfigurasi mesin 3 silinder adalah Yamaha MT-09. Tahu tidak apa masksud dari silinder ini? Maksudnya adalah jumlah piston yang ada pada mesin. Jika motor yang sehari-hari kita pakai berjumlah 1 silinder atau 1 piston, maka di Moto2 ini memakai 3 piston.

Melansir dari oto.detik.com, perkiraan power maksimum Moto3 sanggup mencatat angka 60 dk, Moto2 140 dk, dan MotoGP 250 dk. Beda output tenaga tentunya berbanding lurus dengan kecepatan maksimum yang dihasilkan. Contoh di Moto3, kecepatan maksimumnya bisa sampai angka 245 km/jam, Moto2 sampai 295 km/jam, dan MotoGP bisa mencapai 350 km/jam. Wah, kebayang tidak  kalau kita bawa di jalan raya? Bisa-bisa terbang, deh.

MotoGP

Nah, untuk kelas tertinggi ini mungkin kita semua sudah tahu ya. MotoGP memakai motor dengan kapasitas mesin 1000cc buatan khusus pabrikan yang dibawakan oleh masing-masing tim baik itu tim pabrikan maupun tim satelit. Di MotoGP memakai mesin 4 silinder dengan 2 jenis konfigurasi, yaitu segaris atau inline yang ada pada Yamaha dan Suzuki, ada juga bentuk V4 yang dipakai oleh KTM, Aprilia, Honda, dan Ducati.

Untuk masalah suara ini yang paling merdu sob! Tahu berita motor viral Kawasaki ZX-25R tidak? Nah, motor tersebut menggunakan mesin dengan 4 silinder segaris atau inline yang sangat merdu. Oh ya, tetapi ada perbedaan lagi nih sob dari suara yang dihasilkan walaupun sama-sama 4 silinder, apa itu? Yaitu tipe pergerakan poros engkol atau crankshaft. Crankshaft yaitu tempat berubahnya gerak naik turun piston menjadi putaran. Untuk jenis yang paling populer adalah Crossplane dan Flatplane.

Contoh motor di MotoGP yang memakai konfigurasi mesin Inline Crossplane adalah yang dipakai pembalap terkenal VR46 atau Valentino Rossi dan Maverick Vinales, juga motor yang dipakai tim satelit Yamaha SRT dari Malaysia dengan sponsor khasnya yaitu Petronas, motor dengan mesin Yamaha ini dinamakan YZR-M1. Adapun contoh dari Inline V4 yaitu Honda RC213V yang ditunggangi Marc Marquez. Ada juga dari Ducati yaitu Ducati Desmosedici GP20. Contoh Inline Flatplane yaitu Suzuki GSX-RR yang dipakai oleh Alex Rins dan Joan Mir yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan di dunia MotoGP karena prestasinya membuat Suzuki naik daun di tahun 2020.

Nah, itu tadi sobat kampus penjelasan singkat tentang klasifikasi kejuaraan bergengsi kelas dunia, MotoGP. Sekarang udah pada tahu kan kalau MotoGP itu bukan hanya satu jenis kompetisi saja, melainkan ada Moto2 dan Moto3. Semoga info ini menambah pengetahuan, salam literasi dari penulis.

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement -

Share article

Latest articles