
Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi Satgas Penanganan Covid-19, pada keterangan Pers Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menindaklanjuti kedatangan vaksin dengan melakukan evaluasi data uji klinik. Pihaknya akan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menguji kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut, Rabu (9/12).
Dalam melakukan evaluasi uji klinik, Penny mengungkap pihaknya telah bekerja sama dengan para ahli. “Badan POM bersama dengan Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI dan juga para pakar akan melakukan evaluasi untuk mendapatkan hasil keputusan persetujuan penggunaan vaksin dengan pertimbangan kemanfaatan yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan,” terangnya.
Dalam menetapkan kehalalan vaksin, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Lukmanul Hakim mengatakan kajian aspek kehalalan akan dilanjutkan. “Saat ini, MUI masih terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin Covis-19. mengumpulkan informasi-informasi detail terhadap hasil audit baik itu pada aspek mutu dan keselamatan, maupun kehalalan dari vaksin tersebut,” kata Lukman.
Suci Handayani Barus, salah satu warga Kota Medan ikut berkomentar. “Harapan saya vaksin Covid-19 yang sedang diujikan tersebut mendapatkan hasil yang sangat bagus, agar segera dapat diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya, besar harapan para masyarakat agar Covid-19 yang mematikan ini segera hilang,” harapnya.
Nurul Afifah Hasibuan yang juga menyampaikan pendapat serta harapannya mengenai hal ini. “Saya setuju dan mendukung pengadaan vaksin untuk virus jenis baru di dunia ini tentunya. Namun meskipun demikian, saya sebagai masyarakat maunya, sebelum vaksin disuntikkan ke penerima, alangkah lebih baik dilakukan uji coba kepada relawan agar masyarakat merasa lebih aman dan percaya dengan vaksin tersebut,” tutup mahasiswi asal Kota Medan yang sekarang tengah mengenyam pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung tersebut.
Reporter : Adwar Pratama dan Ninda Azzahratunnisa Hasibuan
Editor : Rindiani

