Ruang Literasi Adakan Bedah Buku Bahas Demokrasi

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online – Ruang Literasi mengadakan bedah buku “How Democries Die” karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Google Meet pada pukul 20.15 WIB sampai selesai dan dihadiri sebanyak 30 peserta, Minggu (14/3).

Januari Riki Efendi selaku pemateri pertama sekaligus Pendiri Ruang Literasi menyebutkan tujun dari bedah buku ini. “Kegiatan ini bertujuan untuk membuat peserta memahami Buku How Democracies Die, di mana buku itu berisi tentang dinamika perpolitikan yang bisa membuat demokrasi mati. Tujuan utamanya agar kita memahami tentang demokrasi yang ada di Indonesia. Dengan membedah buku ini, maka kita bisa merefleksikan keadaan demokrasi yang ada di Indonesia saat ini. Hingga kita bsa memperbaiki sikap-sikap demokratis, seminimalnya untuk diri kita sendiri,” katanya.

Muhammad Sukri Ramadan sebagai pemateri kedua sekaligus Inisiator Ruang Literasi juga menjelaskan bahwa di era sekarang, revolusi dan reformasi hanya dinikmati oleh para kaum elit. “Dari era kontemporer sampai sekarang, revolusi dan reformasi dinikmati para kaum elit atau kenikmatan yang berkuasa dibelakang layar,” jelasnya.

“Jujur saya sangat tertarik mengikuti acara ini. Karena, acara diskusi ini adalah acara yang positif. Apalagi untuk seorang mahasiswi seperti saya ini, jujur saya sangat membutuhkan forum diskusi dan bedah buku, selain ilmu yang saya dapatkan, saya juga mendaptkan gairah baru, semangat baru untuk menumbuhkan literasididalam diri saya,” ungkap mahasiswi salah satu peserta dari UIN SU, Brilian Heaby Ananda.

Reporter : Nur Rizky Arini Lubis dan Julisnawati Siregar

Editor      : Nurul Liza Nasution

- Advertisement -

Share article

Latest articles