Makanan & Minuman Dihinggapi Lalat, Apa Layak Dikonsumsi?

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Ilustrasi/Freepik)

Penulis : Fatimah Lubis

Serangga merupakan hewan dengan populasi paling besar yang ada di bumi. Lalat adalah salah satu serangga dengan spesies kurang lebih 87.000 dengan populasi yang tentunya sangat banyak pula. Tak jarang kita melihat makanan ataupun minuman yang dihinggapi oleh serangga bernama lalat ini.

Namun, jika dilihat dari data Kementrian Kesehatan Indonesia, lalat merupakan agen pembawa penyakit atau vektor foodborne diseases. Dalam aktivitasnya, lalat merupakan agen patogen yang dapat memindahkan penyakit dengan mengontaminasi makanan dan minuman yang dihinggapinya melalui muntahan, kotoran, atau hanya memindahkan kuman yang berada di permukaan tubuhnya lalu jatuh di makanan dan minuman kita.

Tidak hanya itu, lalat juga memberi efek sangat serius bagi tubuh kita seperti penyebab myiasis yaitu ketika lalat meletakkan telur pada luka sehingga memberi efek sangat besar pada luka. 

Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika makanan dan minuman kita dihinggapi oleh lalat? Membuangnya? Atau mengusir lalat dan mengonsumsi makanan dan minuman tersebut? 

Namun, dalam hadis Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam telah dijelaskan bahwa terdapat racun di salah satu sayapnya dan terdapat pula penawar di sayap yang lain.  “Kalid ibn Makhlad berkata kepada kami (Al-Bukhari), bahwa Sulaiman ibn Bilal berkata kepada kami, ia berkata: ‘Utbah ibn Muslim berkata: ‘Ubaid ibn Hunain mengabarkan kepadaku, ia berkata: “Aku mendengar Abu Hurairah RA., berkata: “Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika seekor lalat masuk ke dalam minuman salah satu dari kalian, maka tenggelamkan lalu buanglah, sesungguhnya di salah satu sayapnya ada penyakit, dan di sayap lainnya terdapat kesembuhan (obat)”. (HR. Al-Bukhari). 

Hal ini sejalan dengan hadis berikut: “Abu Bakr ibn Abi Syaibah berkata kepada kami, Yazid ibn Harum berkata kepada kami dari Ibnu Abi Dhi’b, dari Sa’id ibn Kalid, dari Abu Salamah, Abu Sa’id (al-khudri) berkata kepadaku, sesungguhnya Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam., bersabda: “Di salah satu dari dua sayap lalat ada racun, dan di salah satu lainnya ada obat (penawar). Jika ia masuk ke dalam makanan. Maka celupkanlah ia ke dalam makanan tersebut. Sesungguhnya ia (selalu) mendahulukan (sayap) yang beracun, dan mengakhirkan (sayap) yang berpenawar”. (HR. Ibnu Majah).

Dari kedua hadis di atas, dapat kita ketahui bahwa ketika ada makanan dan minuman dihinggapi oleh lalat, maka sebaiknya celupkanlah lalat tersebut ke dalam makanan ataupun minuman, kemudian membuangnya agar racun yang bersifat patogen atau pembawa bibit penyakit tidak berbahaya bagi tubuh disebabkan oleh penawarnya yang terdapat pada salah satu sayapnya. Hal ini untuk meminimalisir kita membuang makanan ataupun minuman dan terhindar dari sifat mubazir. Jadi, menurut kamu, apakah masih layak makanan atau minuman tersebut dikonsumsi? 

Editor : Yaumi Sa’idah

- Advertisement -

Share article

Latest articles