
Penulis: Salsa Debi Yolanda
Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, momentum berbuka menjadi waktu yang paling ditunggu. Bahkan sebagian umat muslim mempersiapkan dengan sangat lengkap untuk berbuka puasa mulai dari hidangan pembuka hingga penutup. Sunah berbuka puasa ini bisa kita lakukan untuk menambah amalan ibadah puasa yang telah kita laksanakan.
Beberapa amalan sunah dianjurkan ketika umat Islam berbuka puasa Ramadan, mulai dari menyegerakan berbuka, berbuka dengan kurma atau air, membaca doa ketika berbuka, dan memberi makan dan minum kepada orang yang berbuka.
Diriwayatkan, Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wa Sallam bersabda. “Hendaklah kamu berpuasa, karena tidak ada yang serupa dengannya,” (H.R. an-Nasai, 2220).
Puasa menjadi ibadah yang, karena semua amal anak Adam menjadi milik diri mereka sendiri seperti salat kecuali puasa, karena puasa milik Allah, dan Allah sendiri yang akan memberi balasannya. Keutamaan puasa ini dilukiskan dalam sabda Nabi. “Bagi orang yang menjalankan puasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya,” (H.R. Muslim, 1151).
Pada waktu berbuka puasa, terdapat beberapa amalan sunah atau hal-hal yang dapat mendatangkan kebaikan kepada kita sebagai berikut :
- Menyegerakan berbuka puasa
Waktu berbuka puasa adalah ketika meyakini bahwa matahari telah terbenam. Pada saat itulah waktu maghrib tiba dan orang-orang yang berpuasa disunahkan untuk segera berbuka. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam bersabda. “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan dan keberkahan selama mereka menyegerakan berbuka,” (HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad).
- Berbuka dengan kurma atau air
Adapun sunah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam ketika berbuka adalah memakan buah kurma dengan ganjil. Hal tersebut karena buah kurma memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan hal tersebut adalah contoh sederhana ketika berbuka.
Dari Anas bin Malik RA berkata. “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum salat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air,” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).
- Membaca doa berbuka puasa
Waktu menjelang hingga saat berbuka puasa adalah saat saat dikabulkannya doa. Sayangnya, hal ini jarang diperhatikan oleh umat Islam.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda. “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzolimi,” (HR. At- Tirmidzi dan Ibn Hibban).
Adapun doa yang dibaca ketika berbuka puasa adalah seperti yang dibaca Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam berdasarkan hadis dari Ibnu Umar Radiallahu’anhuma.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap Insyaallah,” (HR Abu Daud).
- Memberi makan dan minum kepada orang yang berbuka puasa
Memberi makan dan minum kepada orang yang berpuasa untuk berbuka merupakan amalan yang besar pahalanya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda. “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192).
Editor: Nurul Liza Nasution

