Oleh : Dhiana Bhakti
Penyakit malas merupakan virus yang sering menyerang kita, baik dikalangan anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Malas berupa kondisi keengganan seseorang melakukan kegiatan yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Orang yang malas adalah orang yang tidak memiliki semangat. Padahal semangat merupakan energi yang menggerakkan seseorang untuk menyelasaikan tugasnya dengan baik. Semangat adanya di dalam diri sendiri. Energi semangat itu dapat timbul kapan saja dan dimana saja. Perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan, artinya perilaku itu bisa dirubah menjadi perilaku yang tidak malas lagi ( bersemangat).
Pada dasarnya perilaku tersebut terbentuk karena faktor kebiasaan. Kalau seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat, maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu pula sebaliknya. Jadi kalau Anda merasa sering terjangkit rasa malas, maka jalan untuk mengubahnya adalah dengan membiasakan diri melawan sikap malas. Cara melawan sikap malas yaitu dengan memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu tanpa menunda-nunda. Sadarilah bahwa kemalasan dengan menunda belajar atau melakukan pekerjaan akan menimbulkan kesulitan baru, karena beban kita semakin banyak. ‘Barang siapa menunda pekerjaan, maka ia menumpuk kesulitan’. Seseorang yang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika sering didera kemalasan, maka cita-cita atau impian yan besar itu akan tetap menjadi impian saja. Oleh karena itu, semaksimal mungkin anda harus mencegah munculnya rasa malas agar memperoleh keberhasilan. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan ‘malas pangkal bodoh’, ‘rajin pangkal pintar’. Pepatah tersebut jelas sekali maknanya bahwa orang yang malas sangat identik dengan kebodohan dan orang yang rajin identik dengan kepintaran.
Perilaku malas biasanya disebabkan karena tidak adanya motivasi kuat dari dalam diri maupun orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Seseorang malas akibat belum memiliki tujuan atau cita-cita atau tidak tekun terhadap apa yang diinginkan. Di sinilah inti persoalannya, tanpa tujuan dan komitmen kuat untuk mencapainya, maka seseorang beraktivitas ibarat air mengalir yang terombang-ambing tergerus arus yang membawanya. Supaya motivasi itu muncul, Anda harus memulai menentukan cita-cita atau tujuan hidup. Setelah tujuan hidup ditentukan, Anda perlu membuat langkah-langkah yang akan membawanya pada pencapaian target tujuan, misalnya ingin menargetkan mendapatkan IP diatas 3,5 di semester ini, maka langkah-langkah untuk mewujudkannya adalah dengan membuat jadwal belajar secara rutin, mengerjakan tugas dengan baik, rajin ke perpustakaan untuk mencari bacaan-bacaan yang mendukung proses belajar Anda. Jangan ke perpustakaan cuman buat online media sosial saja, banyak lagi cara lainnya yang dapat Anda lakukan menurut versi Anda sendiri. Usahakan agar senantiasa semangat dalam menjalaninya. Jika rasa malas menyerang, kembali jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Segera bangkit berdiri dan bergabunglah bersama teman-teman Anda yang tekun dan bersemangat dalam belajar, karena lingkungan mempengaruhi kita.
Itulah panduan agar kita tidak terjangkit penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Allah SWT senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut.
“ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhi. Wa a’udzu bika min’adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, serta bencana kehidupan dan kematian)”.
Editor: Nazlah Khairina


