
Penulis: Putri Khairunnisa Nabilah
Sudah tak asing lagi kita dengan kata “childfree”. Mengutip dari laman wikipedia.org, childfree adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat. Sebagian pasangan suami istri memilih untuk tidak mempunyai anak setelah menikah karena menganggap anak sebagai beban hidup.
Ada beberapa alasan mengapa pasangan suami istri memilih untuk tidak memiliki anak, yaitu tidak mau kehidupannya berubah, tidak mau bentuk tubuhnya berubah (khusus wanita), ingin dekat dengan pasangan, masalah finansial, dan merasa dibatasi dalam melakukan kegiatan atau hobinya. Alasan yang paling umum dikemukakan adalah bahwa cara ini efektif untuk mencegah masalah overpopulasi. Benarkah begitu?
Dapat disimpulkan bahwa mereka yang memilih untuk hidup tanpa anak merasa tidak siap menjadi orang tua, sehingga mereka tidak siap dengan risiko yang muncul di kemudian hari. Ketidaksiapan menjadi orang tua ini menunjukkan ada kesalahan pada pola asuh yang mereka terima, entah itu kurangnya pengetahuan mengenai parenting, sampai adanya trauma masa lalu.
Pilihan untuk childfree banyak menjadi perdebatan di khalayak. Ada yang beranggapan bahwa perempuan berhak memilih atas tubuhnya, tapi ada juga yang berpendapat bahwa kodrat perempuan adalah memiliki anak dan mengasuhnya. Kala ini, kita sedang dihebohkan dengan istilah childfree. Seperti halnya yang dikemukakan oleh seorang influencer bernama Gita Savitri atau kerap disapa Gitasav yang mendeklarasikan dirinya sebagai penganut childfree.
Gitasav adalah seorang influencer dan youtuber. Ia sering membagikan video cover lagu di akun Youtube-nya bersama sang suami dan sering berbagi cerita tentang perjalanan pendidikannya selama di Jerman. Ia juga memiliki karya tulis yang sudah diterbitkan. Salah satu bukunya berjudul “Rentang Kisah”.
Pada tahun 2021, ia sempat viral lantaran pernyataannya yang secara terang-terangan memilih untuk childfree. Namun, ia kembali viral sekarang dengan balasan komentar di akun Twitter-nya. Ia menyatakan bahwa tidak mempunyai anak adalah anti penuaan yang alami (awet muda). Dengan tidak mempunyai anak, dapat tidur selama 8 jam, tidak pusing dengan teriakan dan tangisan anak, serta dapat merawat diri dari keriput. Ia tidak menganggap anak sebagai anugerah, melainkan beban. Pernyataan inilah yang akhirnya menuai pro dan kontra dari netizen.
Menanggapi hal itu, masing-masing dari netizen berbondong-bondong membagikan dan memamerkan keharmonisan keluarga mereka bersama sang anak di media sosial dengan maksud menyindir keinginan Gitasav untuk childfree. Hal yang ditakutkan oleh netizen adalah pernyataan Gitasav itu dapat mengontaminasi pikiran perempuan-perempuan lain untuk tidak mau mempunyai anak. Di samping itu, ada juga sebagian netizen yang menanggapi dengan positif dan mendukung keinginan Gitasav tersebut.
Istilah childfree ini merupakan kecaman bagi kita untuk benar-benar mempersiapkan diri dan mental sebelum menikah, karena salah satu tujuan menikah adalah meningkatkan populasi. Oleh karena itu, childfree ini hendaknya menjadi perhatian bagi semua pihak terutama para orang tua. Belajarlah ilmu parenting sebelum menikah agar hal-hal seperti childfree dapat dicegah sejak dini.

