Yuk, Kenali Newborn Photography dan Cara Melakukannya!

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet freepik.com)

Penulis: Rahma Amina Putri

Halo, Sobat! Pasti kamu tidak asing lagi dengan Newborn Photography. Jenis foto ini sangat booming di berbagai kalangan. Mungkin sobat pernah melihat dari para artis lokal, dunia, hingga keluarga atau kerabat sobat semua pernah melakukan hal ini kepada bayi mereka yang baru lahir. Sebenarnya apa, sih Newborn Photography? Yuk, kita cari tau cara melakukannya!

Newborn Photography berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata newborn dan photography, di mana newborn berarti baru lahir dan photography berarti pemotretan atau fotografi. Jadi, Newborn Photography merupakan pemotretan atau fotografi bayi baru lahir dengan berbagai konsep dan jenis gaya.

Newborn Photography ini awalnya terinspirasi dari potret-potret bayi hasil karya fotografer Amerika yang dikenal dengan sebutan Baby as Art dan mulai diikuti oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2010 hingga saat ini.

Walaupun jenis foto ini sangat booming, namun tidak semua fotografer bisa melakukannya. Butuh teknik dan kemampuan khusus untuk membuat angle foto yang baik dan tepat tanpa membuat bayi kesakitan. Hal ini disebabkan karena baru lahir pastinya bayi tersebut belum bisa berpose atau berekspresi seperti anak-anak dan orang dewasa. Bahkan, di Indonesia sendiri belum terlalu banyak fotografer yang andal dalam melakukan jenis foto ini.

Baca Juga: Ketahui Tip Memunculkan Ide dalam Membuat Ilustrasi Gambar

Pada Newborn Photography,  bayi yang kecil nan lucu dipotret ketika tertidur dengan nyenyak, dibalut dengan berbagai macam aksesoris yang menggemaskan dan dibentuk dengan gaya-gaya atau pose yang lucu oleh fotografer dengan sabar. Namun, untuk melakukan itu semua memerlukan cara dan teknik khusus yang harus diketahui serta dilakukan oleh fotografer. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam Newborn Photography ini yaitu sebagai berikut.

  • Umur bayi

Dikarenakan bayi yang baru lahir masih memiliki kondisi yang rentan terhadap apa pun, jadi, untuk melakukan sesi foto ini sebaiknya dilakukan pada bayi yang berumur minimal dua minggu sejak kelahiran. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi hal yang membahayakan bagi bayi tersebut serta sang bayi sudah mulai terbiasa dengan dunia dan imun yang mulai berkembang.

  • Kondisi steril

Dikarenakan sang fotografer mengatur gaya bayi dengan menyentuhnya, maka perlu memerhatikan kesterilan tangan, wajah, dan seluruh anggota tubuh fotografer yang akan memotret. Selain itu, lokasi pemotretan juga harus dipastikan benar-benar bersih dari debu, hewan, dan hal lainnya karena bayi baru lahir masih sangat sensitif terhadap dunia luar.

  • Menyelesaikan segala keperluan bayi

Nah, sebelum melakukan sesi foto ini, sebaiknya sang ibu harus menyelesaikan terlebih dahulu segala keperluan bayi agar menciptakan kenyamanan bagi bayi. Adapun segala keperluan bayi yang dimaksud ialah sang bayi yang hendak difoto harus dalam keadaan sehat, sudah tidur dengan cukup, sudah kenyang, sudah dimandikan, dan sudah dijemur terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar menciptakan kenyamanan agar bayi tidak rewel.

  • Harus bersikap dengan sangat hati-hati

Hal ini dikarenakan tubuh sang bayi belum memiliki tulang yang kuat. Oleh karena itu, jangan sembarangan meletakkannya dan pastikan bayi dalam keadaan aman agar tidak menghambat pertumbuhannya dikemudian hari.

  • Kualitas kamera

Untuk hasil yang bagus dalam melakukan Newborn Photography tentunya hal yang diperlukan selanjutnya adalah kualitas kamera. Dibutuhkan kamera dengan lensa yang jernih yang dapat menghasilkan cahaya dengan baik sehingga menghasilkan foto yang bagus.

Nah, itu dia sedikit perkenalan mengenai Newborn Photography dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukannya. Semoga bermanfaat, ya, Sobat!

Baca Juga: Tip Untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Daya Ingat

Editor: Kauria Rawia

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles