Jangan Diam Ketika Hal Ini Terjadi, Diam Seperti Ini Tidak Disukai Allah!

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet islam.nu.or.id)

Penulis: M. Abrar Putra Kaya Harahap

Sebagai sesama manusia sudah sepatutnya mengingatkan satu sama lain, ini dilakukan demi sebuah kebaikan dan sebagai cara untuk terhindar dari murka Allah Swt. Jika kamu mengetahui ada sebuah kejahatan yang sedang terjadi akan tetapi enggan dan acuh, maka hal ini sangat dibenci oleh Allah. Hal ini bukan tanpa dasar, dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam bersabda. “Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (H.R. Muslim 49)

Baca Juga: Tip yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan Selama Puasa

Namun, terkadang sering kali diri ini merasa takut untuk hanya sekadar menegur teman terdekat kita dalam melakukan kemungkaran. Hal ini dengan dalih kita takut teman akan merasa tersinggung atau seolah-olah kita dianggap sebagai manusia paling suci. Mengatakan sesuatu yang benar secara hakikat memang bisa menjadi bumerang kepada kita, jika orang tersebut merasa tidak terima. 

Tugas kita sebagai manusia adalah mengingatkan antarsesama, tetapi dengan catatan dengan cara yang baik dan santun tanpa menyakiti hati yang diingatkan. Setidaknya kamu tidak boleh diam saja akan tiga hal yang terjadi ini. Apa saja tiga hal tersebut? Simak dibawah ini!

  • Diam ketika teman berpacaran

Pada era generasi millenial ini pacaran sudah menjadi hal yang bisa dikatakan sangat diwajarkan. Cobalah untuk melihat orang-orang di sekitarmu, kebanyakan di antara mereka pasti sudah mempunyai pacar. Hal ini bukan tanpa sebab, maraknya teknologi menjadi sarana mempermudah seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan lawan jenis. Dengan demikian, teknologi bisa saja menjadi pembuka jalan bagi mereka untuk menemukan pasangan.

Padahal jika dilihat menurut ajaran islam, pacaran adalah gerbang menuju kemaksiatan yang amat besar. Rasa suka dalam islam memang tidak bisa dikatakan salah, namun bagaimana cara menyikapi hal ini yang bisa menjadi kemaksiatan. Dalam sebuah firman Allah sudah sangat jelas dikatakan bahwa, “Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” Untuk mendekatinya saja tidak diperbolehkan, apalagi jika kamu ingin terjun langsung dalam perbuatan itu dengan cara pacaran. Maka sungguh Allah akan sangat murka akan hal ini, lebih baik kamu menghindarinya

Jika hal ini terjadi di sekitarmu, mengingatkan adalah langkah tepat yang bisa dilakukan. Apa pun yang terjadi dan mereka katakan nantinya itu tidak lagi menjadi tanggung jawabmu. Tugasmu hanya sekadar mengingatkan dan mengingkari dengan hati bahwa perbuatan itu tercela. 

  • Diam saat melihat lawan jenis melakukan sentuhan fisik

Imam Nawawi dalam kitab Adzkar mengatakan: “Para sahabat berkata, setiap orang yang haram untuk dilihat haram pula untuk menyentuhnya bahkan menyentuh lebih haram lagi. Boleh melihat pada wanita lain saat menginginkannya untuk dinikahi namun tidak boleh menyentuh sedikit pun dari wanita tersebut.” Dalam sebuah hadis juga dikatakan, Rasulullah saw. bersabda, “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (H.R. Ar-Ruyani, Ath-Thabrani, & Baihaqi).

Dengan demikian menyentuh yang bukan mahram sangat tidak diperbolehkan jika mengacu pada hadis dan riwayat di atas. Hal ini juga diibaratkan lebih baik ditusuk dengan jarum besi daripada bersentuhan, maka sudah sangat jelas bahwa Rasulullah sangat keras melarang untuk bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Namun, terkadang fakta dilapangan sangat sulit dihindari dan memunculkan tantangan tersendiri dalam menjalankan prinsip-prinsip tersebut. 

Maka jika hal ini terjadi sebagai seorang muslim tidak boleh diam, dan harus saling mengingatkan tentang batasan-batasan yang harus dijaga antara laki-laki dan perempuan. Namun, penting juga untuk mengingat bahwa dalam memberikan nasihat, kita perlu memperhatikan waktu, tempat, dan cara penyampaian yang tepat tanpa mempermalukan orang lain. 

  • Diam saat ketidakadilan terjadi

Dalam Islam, diam saat terjadi ketidakadilan tidaklah menjadi pilihan yang bijak. Ketidakadilan merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai moral yang ditegakkan oleh Islam, dan diam dalam menghadapi ketidakadilan berarti mengabaikan panggilan hati dan ajaran agama yang menuntut untuk berdiri di sisi kebenaran. Saat kita melihat ada sebuah ketidakadilan di sekitar kita dan enggan untuk mencegah atau malah membiarkan maka termasuk kepada orang yang zalim.

Baca Juga : Yuk, Hindari Makanan Berat Saat Sahur!

Editor        : Aqlia Matslina Fattah 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles