Dahnil Anzar Simanjuntak Hadir dalam Lokakarya Broadcasting Jurnalistik FDK

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Muhamad Wahyu Suciono)

Medan, Dinamika Online–Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) TV UIN SU melaksanakan kegiatan Lokakarya Broadcasting Jurnalistik dengan tajuk, “Media dan Marketing Politik Pertahanan Indonesia yang Kuat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 20 September 2024 di Aula FDK Kampus II UIN SU, Pancing.

Baca Juga: Usai Tes Tulis, LPM Dinamika Lanjutkan Diklat dengan Tes Wawancara

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dr. Dahnil Anzar Simanjuktak, S.E., M.E. selaku pemateri sekaligus juru bicara Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rektor UIN SU, Dekan, dan Wakil Dekan FDK UIN SU.

Dahnil Anzar mengatakan bahwa komunikasi diplomasi merupakan langkah-langkah untuk menuju politik pertahanan yang kuat, juga berguna untuk memperluas jaringan dan mencerminkan kekuatan Negara Republik Indonesia.

“Salah satu langkah yang dapat ditempuh dalam usaha menuju politik pertahanan adalah komunikasi diplomasi. Hal ini, guna memerluas jaringan bagi Negara Indonesia, terkhusus di bidang pertahanan. Serta, hal terpenting ada pada isi pesan dari komunikasi diplomasi yang dapat mencerminkan kekuatan dari Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Dahnial Anzar menuturkan bahwa sebagai juru bicara Presiden Indonesia, tentunya sudah mengikuti aturan yang jelas dalam Undang-Undang (UU), serta memang ada informasi yang tidak harus diinformasikan yang sifatnya rahasia. Poin penting dari komunikasi politik adalah mampu memilah mana yang bisa disampaikan atau tidak.

“Dalam bidang pertahanan militer dan sebagai juru bicara, tentunya sudah mengikuti aturan yang jelas dalam UU. Serta, memang ada hal-hal yang tidak diinformasikan dan itu sifatnya rahasia negara. Dari sini, poin pentingnya adalah komunikasi yang sebenarnya adalah mampu memilah mana yang bisa dikatakan dan mana yang tidak,” imbuhnya.

Dalam sesi tanya jawab, Dr. Ahmad Sempurna Rambe, M.Sos. selaku peserta lokakarya Broadcasting Jurnalistik bertanya bagaimana kolaborasi seorang komunikator politik yang lebih banyak tahu, tetapi menahan informasi untuk tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

“Bagaimana mengkolaborasikan antara tugas sebagai seorang komunikator politik khususnya sebagai juru bicara yang lebih banyak tau tapi menahan beberapa informasi untuk tidak dipublikasikan ke masyarakat sementara sisi lain ada Undang Undang keterbukaan Informasi publik?” tanyanya.

Dahnial Anzar menjawab sebagai juru bicara tentunya sudah menentukan aturan yang jelas dalam UU, serta memang ada informasi yang tidak harus diinformasikan sifatnya rahasia. Poin pentingnya komunikasi adalah mampu memilah mana yang bisa disampaikan atau tidak dalam berkomunikasi politik.

“Dalam bidang pertahanan militer sebagai juru bicara tentunya sudah mengikuti aturan yang jelas dalam UU, serta memang hal-hal yang tidak diinformasikan itu sifatnya rahasia negara dan sudah tercantum di dalam UU.Dari sini poin pentinnya komunikasi yang sebenarnya adalah mampu memilah mana yang bisa di katakan dan mana yang tidak bisa,” jawabnya.

Baca Juga: Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Reporter  : Muhammad Daffa dan May Hasanah

Editor       : Annisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles