FJPI Sajikan Materi Bahaya Narkoba, Pemateri: Dampak Narkoba Sangat Beragam

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online–Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) menggelar seminar antinarkoba sekaligus pelatihan fotografi dalam rangka memperingati Hari Antinarkotika Internasional. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia Sumatra Utara, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Seminar ini menyajikan materi terkait bahaya narkoba yang disampaikan oleh Penyidik Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Satresnarkoba Polrestabes) Medan, Aiptu Polman Purba; serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Pocut Fatimah Fitri.

Baca Juga: FJPI Sumut Ajak Perangi Narkoba Lewat Seminar dan Pelatihan Fotografi

Aiptu Polman Purba membawakan materi Sosialisasi Bahaya Narkoba. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa Provinsi Sumatra Utara menempati peringkat pertama dari lima provinsi dengan pengguna narkoba terbanyak.

“Provinsi Sumatra Utara merupakan peringkat pertama dari lima provinsi tertinggi pengguna narkoba. Khususnya Kota Medan, yang saat ini banyak masyarakatnya mengeluhkan anggota keluarganya menjadi pecandu narkoba,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tingginya angka pecandu narkoba menyebabkan berbagai kasus kejahatan bermunculan. Tidak pandang bulu, semua lapisan masyarakat terdampak akibat liarnya efek negatif dari penggunaan zat terlarang.

“Mengonsumsi zat-zat terlarang menimbulkan dampak negatif. Di antaranya, peningkatan tindak pidana kriminal mulai dari lingkungan rumah sendiri hingga ke masyarakat sekitar. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga oleh orang tua dan keluarga yang harus menanggung beban semakin berat,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Pocut Fatimah Fitri, menyampaikan materi berjudul “Kenali Napza dan Dampaknya.” Ia menjelaskan bahwa kecanduan terhadap zat yang menyebabkan ketergantungan akan memengaruhi perilaku seseorang.

“Zat yang bermacam-macam menimbulkan efek yang bermacam-macam pula. Pada intinya, adiksi yang menyebabkan kecanduan akan menimbulkan ketergantungan dan memengaruhi perilaku tertentu,” katanya.

Sementara itu, Samira Dea Sapana, peserta sekaligus Mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), turut menyampaikan tanggapannya terkait materi yang disampaikan oleh para pemateri dalam sesi pertama. Ia juga berharap angka penyalahgunaan narkoba di Sumatra Utara dapat terus menurun, sehingga generasi muda tidak lagi merasa cemas terhadap hal tersebut.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena selain membahas materi tentang narkoba, akan ada sesi selanjutnya untuk menambah pemahaman tentang Bank Indonesia. Saat sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yang diajukan teman-teman dan terjawab dengan cukup memuaskan. Saya juga berharap, semoga  angka narkoba di Sumatra Utara terus menurun,” ungkapnya.

Baca Juga: Bangun Kekuatan Jiwa, KOHATI Medan Gelar Diskusi Kesehatan Mental

Reporter: Fadillah Hanum dan Suci Amara Harahap

Editor: Ummy Syafitri

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles