PJTL UINSAGA Bahas Strategi Keamanan dan Mitigasi Risiko Persma

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Dinamika)

Salatiga, Dinamika Online–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) DinamikA Universitas Islam Negeri Salatiga (UINSAGA) menggelar pemaparan materi pertama dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL), pada Kamis, 14 Mei 2026 di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus Pascasarjana UINSAGA.

Pemateri pelatihan, Aris Mulyaman, menekankan pentingnya keamanan holistik bagi pers mahasiswa dalam menjalankan kerja jurnalistik. Menurutnya, jurnalis kerap menghadapi berbagai risiko, mulai dari intimidasi pihak kampus, tekanan untuk menarik karya yang telah dipublikasikan, hingga peliputan di lokasi berbahaya seperti kebakaran dan situasi darurat lainnya.

Baca Juga: HMJ Ilmu Komunikasi USU Gelar Talk Show Bersama Jurnalis IDN Times

“Alasan keamanan penting bagi jurnalis karena lokasi liputan sering kali rawan. Contohnya dipanggil pihak kampus, diminta menarik karya yang sudah dipublikasikan, hingga meliput momen berbahaya seperti kebakaran dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keamanan holistik mencakup aspek fisik, digital, hukum, dan psikososial. Pada aspek fisik, jurnalis perlu melakukan persiapan sebelum liputan, seperti membawa perlengkapan keselamatan, memahami kondisi wilayah, serta memiliki jaringan bantuan apabila terjadi kendala di lapangan.

“Sebagai jurnalis, keamanan holistik mencakup secara menyeluruh, baik psikis, fisik, maupun digital. Jurnalis juga harus memahami kondisi wilayah yang ingin diliput dan memiliki jaringan bantuan apabila ada permasalahan,” jelasnya.

Aris juga menyoroti pentingnya keamanan digital. Menurutnya, perlindungan akun dan penggunaan verifikasi dua langkah menjadi langkah dasar yang harus diterapkan untuk menjaga data pribadi maupun hasil liputan.

“Tidak ada yang 100 persen aman di dunia digital. Risiko keamanan setiap orang berbeda sesuai konteks dan perilakunya. Oleh karena itu, jurnalis perlu menjaga keamanan akun, menggunakan verifikasi dua langkah, dan lebih berhati-hati dalam menyimpan maupun membagikan data hasil liputan,” katanya.

Sementara itu, Sabila, peserta PJTL dari LPM Locus UIN Surakarta, menilai materi pertama mudah dipahami karena disertai studi kasus dan pengalaman langsung dari pemateri.

“Materi pertama menarik dan membuat lebih paham mengenai peta konsep serta mitigasi dalam liputan. Apalagi ada studi kasus dan pengalaman langsung dari pemateri, jadi lebih terbayang kondisi di lapangan saat liputan demo atau aksi,” ujarnya.

Baca Juga: Komunitas Tongkrongan Dakwah Ajak Pemuda Healing Lewat Kajian

Reporter: Afriana Alawiah AR dan Windari Syntia

Editor: Ummy Syafitri

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles