
Judul: Up
Sutradara: Pete Docter dan Bob Peterson
Genre: Animasi, Petualangan, Komedi, Drama
Tahun Terbit: 2009
Durasi: 1 jam 36 menit
Peresensi: Della Shintya
Dunia itu luas jika dilihat dari media sosial atau televisi. Melalui Russell Up, kita diajak menjelajah keajaiban dunia dan melihat berbagai tempat yang sebelumnya belum pernah kita lihat. Film Russell Up mengisahkan seorang anak kecil yang gemar berpetualang mencari keajaiban di balik dunia ini bersama seorang kakek beserta hewan peliharaannya. Film ini dirancang dengan konsep yang inspiratif dan edukatif sehingga membuat penonton penasaran dengan isi cerita di dalamnya. Di era modern seperti sekarang, akses informasi memang mudah dijangkau melalui internet, tetapi mendatangi suatu tempat secara langsung merupakan pengalaman yang tidak akan tergantikan.
Salah satu daya tarik film ini adalah pendekatan petualangan yang dibalut pembelajaran. Oleh karena itu, penonton menjadi tertarik dan terdorong untuk ikut berpetualang, seolah-olah pengalaman dalam film tersebut dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata. Selain dikemas secara kreatif, film ini juga mengajak kita mengenal benda bersejarah, geografi, hingga budaya. Padahal, banyak orang kurang menyukai sejarah atau hal-hal yang berbau pembelajaran. Melalui tokoh utama Russell yang haus akan petualangan, film ini menyasar anak-anak maupun orang dewasa yang jarang mengeksplorasi dunia luar. Tujuannya sederhana, yaitu mengajak mereka melihat betapa pentingnya menemukan berbagai keajaiban dunia yang selama ini belum mereka ketahui.
Baca Juga: The Legend of Kitchen Soldier: Ketika Masakan Menjadi Senjata di Medan Hierarki
Selain itu, film ini juga mengajak penonton memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia. Mulai dari melihat benda-benda bersejarah, aspek geografis, asal-usul, fungsi, hingga manfaatnya, semuanya disajikan sehingga membuat penonton penasaran. Alhasil, penonton terdorong membuka buku atau mencari informasi melalui internet. Rasa ingin tahu ini menambah semangat belajar. Ilmu yang dipelajari tidak hanya berkaitan dengan akademik. Menjelajahi alam, mengunjungi bangunan bersejarah, hingga bereksperimen juga penting, baik untuk mendukung akademik maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, film ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan.
Berpetualang bersama teman terasa jauh lebih menyenangkan daripada melakukannya sendirian. Selain itu, menjelajah mengajarkan bahwa keajaiban dunia bukanlah hal yang dapat disepelekan. Menjelajah juga melatih kita untuk rendah hati, sabar, dan berani bermimpi secara global. Tentu, menjelajah membutuhkan dana, usaha yang besar, doa, serta izin orang tua. Russell dan temannya merupakan metafora bahwa mengejar mimpi besar tidak harus dilakukan sendirian. Bersama orang yang tepat, kita akan tetap bahagia. Bahkan, perjalanan yang tidak mudah sekalipun akan berubah menjadi momen indah dan lucu yang tidak terlupakan.
Dari sudut pandang lain, jelajah keajaiban dunia bersama Russell Up memiliki potensi untuk menumbuhkan sikap menghormati keberagaman budaya, suku, agama, ras, maupun golongan. Dunia ini memiliki beragam tradisi, bahasa, dan warisan budaya yang berbeda-beda. Melalui kegiatan tersebut, tumbuh sikap toleransi dan saling menghargai terhadap berbagai daerah yang memiliki keunikan serta nilai sejarah yang patut dihormati. Dalam kehidupan, makin banyak menjelajah, makin tumbuh pula sikap menghormati budaya lain.
Meski demikian, film ini tidak hanya memanjakan mata dengan visual petualangannya, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui hubungan antartokohnya. Setiap perjalanan menghadirkan tantangan yang mengajarkan arti keberanian, kerja sama, dan ketekunan dalam meraih impian. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara ringan sehingga mudah dipahami sekaligus membekas di benak penonton setelah film berakhir.
Baca Juga: Teach You a Lesson: Saat Keadilan Diperjuangkan Tanpa Percaya pada Hukum
Editor: Naqiyya Alayya Arham Rambe

