The Good Bad Mother: Seekor Babi yang Memotivasi

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet https://thrivinmagz.com/)

Judul: The Good Bad Mother

Sutradara: Shim Na-yeon

Genre: Drama, Komedi

Tahun Rilis: 2023

Durasi: 70 menit/episode

Pemeran Utama: Ra Mi-ran, Lee Do-hyun dan Ahn Eun-jin

Peresensi: Rizkiani Fadhila

”Babi”.

Apa yang terlintas di pikiranmu setelah mendengarnya?

Seekor hewan bermoncong panjang yang identik dengan lumpur? Seekor hewan yang lucu? Atau jangan-jangan kepikiran suatu bahan makanan. Semua pikiran itu tentu saja benar, tetapi bukan itu poin yang ingin penulis sampaikan. Kita ketahui bersama bahwa ada beberapa orang yang menganggap babi adalah hewan yang kotor. Namun, tahukah kamu? Hal inilah yang diangkat secara unik dalam drama Korea The Good Bad Mother. Drama Korea yang tayang pada tahun 2023 ini bukan sekadar menyuguhkan kisah keluarga yang mengharukan, tetapi juga menghadirkan banyak makna kehidupan melalui simbol-simbol sederhana dari seekor babi. Salah satu dialog yang paling membekas berbunyi,

”Babi harus terus terjatuh agar bisa melihat dunia yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Begitulah mereka, begitu pula manusia.”

Baca Juga: Everyone Loves Me: Cinta yang Dimulai dari Gim

Meski kalimat tersebut terdengar sederhana, jika dipahami lebih dalam, maknanya sangat menyentuh hati para pendengarnya. Seseorang harus melawan rasa takut dan terus bangkit dari kegagalan untuk melihat hasil indah yang didapatkannya, karena tanpa memulai, seseorang tidak akan pernah bisa sampai pada tujuan yang diharapkan.

Drama ini berpusat pada Jin Young-soon, seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai peternak babi dan memiliki masa lalu kelam akibat kematian suaminya karena sebuah konspirasi yang membuat hidupnya hancur. Oleh karena itu, Young-soon bertekad membesarkan putra semata wayangnya, Kang-ho, agar menjadi orang sukses dan tidak mengalami kehidupan pahit seperti dirinya.

Namun, caranya mendidik anaknya justru tergolong keras dan jarang menunjukkan kasih sayang secara langsung. Menurutnya, kelembutan hanya akan membuat anak menjadi lemah. Dan benar saja, didikan keras itu akhirnya membuahkan hasil. Kang-ho berhasil menjadi seorang jaksa yang cerdas dan disegani. Sayangnya, hubungan ibu dan anak itu menjadi renggang akibat didikan keras sang ibu. Kang-ho tumbuh menjadi pribadi yang dingin, sulit mengekspresikan perasaan, dan menyimpan luka batin sejak kecil.

Hingga akhirnya, konflik cerita mencapai titik ketika Kang-ho mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan ia kehilangan ingatan dan kemampuan berpikir layaknya orang dewasa sehingga ia pulang ke desa. Dari sinilah cerita berkembang menjadi lebih emosional ketika Kang-ho sangat takut kepada ibunya hingga tak mau makan dan terus belajar, sehingga penonton dapat menyaksikan bagaimana luka masa lalu yang ia alami. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena Young-soon berusaha memperbaiki hubungan mereka dengan berbagai cara.

Menariknya, drama ini tidak hanya berbicara mengenai hubungan ibu dan anak, tetapi juga berisi arti persahabatan, cinta pertama, hingga perjuangan melawan ketidakadilan. Hal yang paling unik dan membedakan The Good Bad Mother dari drama keluarga lainnya adalah penggunaan peternakan babi sebagai simbol kehidupan. Narasi tentang babi yang terus terjatuh agar dapat melihat dunia menjadi salah satu kutipan paling bermakna dalam drama ini. Hal itu dikarenakan, secara ilmiah, posisi pandangan babi lebih banyak mengarah ke depan dan bawah sehingga untuk melihat langit ia perlu jatuh terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat drama ini sukses mengolah fakta tersebut menjadi sebuah filosofi kehidupan.

Selain itu, drama ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya, beberapa konflik terasa terlalu dramatis dan pada beberapa episode tempo cerita berjalan cukup lambat sehingga membuat sebagian penonton kurang sabar. Namun, secara keseluruhan, The Good Bad Mother bukan hanya drama keluarga biasa. Drama ini mengajarkan bahwa cinta tidak selalu ditunjukkan melalui kelembutan. Namun, terkadang hadir dalam bentuk pengorbanan, kerja keras, bahkan keputusan-keputusan yang menyakitkan. Melalui kiasan seekor babi, drama ini sukses membuat penonton memahami bahwa kegagalan bukanlah suatu hal yang perlu ditakuti, sebab dengan terjatuh kita akan melihat betapa indahnya hasil yang kita dapatkan dengan terus berusaha.

Baca Juga: Cashero, Antara Dompet yang Menipis dan Orang-Orang yang Membutuhkan

Editor: Tengku Wafa’ Alifah

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles