
Judul: Ini Abadi
Pencipta: Maulana Ibrahim, Adam Adenan, Ildo Hasman
Penyanyi: Perunggu
Genre: Rock Alternatif
Tahun Rilis: 2022
Durasi: 4 menit 46 detik
Peresensi: Aisyah Nursashi Putriani
Kancah musik independen tanah air dalam beberapa tahun terakhir kembali bergairah berkat kehadiran grup-grup musik baru yang berani menawarkan kejujuran rasa dalam liriknya. Salah satu nama yang berhasil mencuri perhatian dan mendapat tempat khusus di hati para penikmat musik adalah Perunggu, sebuah trio rock alternatif asal Jakarta. Melalui salah satu lagu mereka yang bertajuk Ini Abadi, yang termuat dalam album debut fenomenal mereka berjudul Memorandum yang dirilis pada tahun 2022, Perunggu berhasil membuktikan diri bahwa musik rock tidak semata-mata soal kemarahan atau distorsi yang bising, melainkan bisa menjadi medium penyimpan memori dan sentimentalitas hidup yang sangat mendalam.
Secara musikalitas, lagu ini mengusung genre rock alternatif dengan pengaruh kental dari era akhir 1990-an hingga awal 2000-an yang dipoles dengan produksi modern yang sangat rapi. Ulasan ini membedah bagaimana lagu ini dibuka dengan ketukan drum yang mantap dan petikan bas yang tebal, disusul oleh raungan gitar yang dinamis namun tidak melelahkan telinga. Karakter vokal Maulana Ibrahim yang tegas, maskulin, namun menyimpan kerapuhan emosional yang kuat menjadi kemudi utama yang menuntun pendengar menyusuri narasi lagu. Dinamika aransemen yang pas antara bagian bait yang tenang dan bagian refrain yang meledak-ledak memberikan kepuasan auditori yang intens.
Baca Juga: Komitmen dan Keindahan Cinta Sejati dalam Lagu Say You Won’t Let Go
Daya tarik terbesar dari karya seni ini tentu saja terletak pada penulisan liriknya yang sangat puitis namun tetap membumi dan mudah dipahami oleh kaum pekerja urban. Lirik lagu ini menggambarkan tentang penerimaan atas waktu yang terus berjalan dan bagaimana kenangan-kenangan manis yang telah dilalui bersama orang-orang tercinta akan tetap menetap secara kekal di dalam ingatan, terlepas dari fakta bahwa realitas kehidupan di masa sekarang telah banyak berubah. Pendekatan lirik yang dewasa dan sarat akan pesan kontemplatif ini berhasil menciptakan ruang nostalgia yang luas, membuat siapa saja yang mendengarkannya merenungkan kembali perjalanan hidup mereka sendiri.
Lebih dalam lagi, naskah resensi ini menyoroti bagaimana Perunggu berhasil memotret fenomena psikologis para orang dewasa muda atau yang sering disebut sebagai fase kedewasaan (adulthood). Ketika rutinitas pekerjaan dan kerasnya kehidupan kota mulai mengikis sisi humanis seseorang, lagu ini hadir seperti sebuah pelukan hangat yang mengingatkan kita untuk tidak melupakan esensi kebahagiaan sederhana di masa lalu. Gubahan musiknya yang terasa megah sekaligus intim pada saat yang bersamaan mencerminkan kompleksitas emosi manusia yang sedang berjuang di tengah dinamika kehidupan modern, menjadikan lagu ini memiliki resonansi emosional yang sangat kokoh.
Visualisasi dan produksi audio dari lagu Ini Abadi juga mencerminkan sinergi teknis yang sangat matang dari tim di balik layar. Penggunaan soundscape gitar yang berlapis (layering) memberikan dimensi ruang yang luas, memperkuat kesan sinematik dari narasi yang sedang disampaikan. Setiap perpindahan bagian lagu dibangun dengan transisi yang halus, memperlihatkan kematangan Perunggu dalam menyusun struktur komposisi musik rock yang ramah di telinga penikmat musik arus utama tanpa harus kehilangan identitas orisinal indie mereka yang pekat dan berkarakter kuat.
Jika dibandingkan dengan lagu-lagu rock alternatif lokal lainnya yang marak beredar di pasaran, singel ini menonjol karena keberaniannya untuk mengeksplorasi tema-tema domestik yang hangat dan penuh rasa syukur tanpa harus terdengar klise atau cengeng. Perunggu membiarkan distorsi gitarnya tetap garang, namun pesan di dalamnya tetap terasa sangat lembut dan penuh kasih. Melalui lagu yang berdurasi hampir lima menit ini, pendengar diajak untuk merayakan memori-memori kolektif yang berharga sebagai bekal kekuatan guna menghadapi ketidakpastian hari esok yang terus menanti di depan mata.
Kesimpulannya, karya ini merupakan sebuah permata berharga dalam industri musik independen Indonesia yang berhasil menyatukan keindahan melodi rock klasik dengan narasi kehidupan yang sangat reflektif secara sempurna. Melalui ulasan ini, diharapkan pembaca dapat mengapresiasi pesan emosional serta musikalitas berkelas yang ditawarkan oleh Perunggu melalui singel ini. Lagu ini sangat direkomendasikan untuk didengarkan saat perjalanan pulang kerja atau di saat santai, memberikan ruang kontemplasi yang menenangkan bagi siapa saja yang ingin merayakan keabadian sebuah kenangan indah.
Baca Juga: Ironi Harapan Kesemuan Cinta dalam Aransemen Melodis Lagu Tampar
Editor: Tengku Wafa’ Alifah

