
Medan, Dinamika Online–Aliansi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN SU melakukan aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Administrasi FITK UIN SU pada Kamis, 24 September 2026. Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di lingkungan FITK.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa UIN SU Bersuara (AMUB), M. Azhar Lubis, mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Biologi, mengatakan pihaknya memiliki data terkait dugaan permasalahan dalam pelaksanaan KIP Kuliah. Namun, data tersebut belum dapat disampaikan kepada publik karena telah diberikan kepada Wakil Dekan III FITK selaku pembina mahasiswa.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UIN SU Hadirkan Program Kerja Saving and Investment
“Kami memiliki data terkait dugaan mafia KIP, tetapi untuk saat ini belum dapat kami berikan karena data tersebut sudah kami serahkan kepada Wakil Dekan III selaku pembina mahasiswa. Kami berharap persoalan ini tidak hanya dibicarakan, tetapi benar-benar diusut sampai tuntas,” katanya.
Azhar mengungkapkan pihaknya belum merasa puas apabila persoalan tersebut hanya berhenti pada pembicaraan antara mahasiswa dan pihak terkait. Menurutnya, kepuasan mahasiswa baru dapat tercapai apabila dugaan yang disampaikan dalam aksi ditindaklanjuti melalui proses pengusutan.
“Sebenarnya kami belum puas kalau masalah ini hanya sebatas pembicaraan. Kalau persoalan ini benar-benar diusut sampai tuntas, baru kami merasa puas sebagai mahasiswa yang tergabung dalam aliansi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa semester I Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Nazli Rizky, menilai aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi terkait ketepatan sasaran penerima KIP Kuliah. Ia berharap mahasiswa yang lebih membutuhkan dapat memperoleh bantuan tersebut.
“Menurut saya aksi seperti ini bagus karena masih banyak mahasiswa yang lebih membutuhkan KIP. Seharusnya penerima KIP lebih tepat sasaran, karena banyak mahasiswa yang kesulitan memenuhi kebutuhan kuliah dan biaya kos, terutama yang kondisi ekonominya kurang mampu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap aspirasi yang disampaikan dalam aksi dapat ditindaklanjuti sehingga mahasiswa yang membutuhkan memperoleh kesempatan mendapatkan KIP Kuliah. Ia juga berharap proses tersebut tidak membebani mahasiswa dan keluarga penerima.
“Harapan saya setelah aksi ini, mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan KIP dan prosesnya dipermudah. Jangan sampai keadaan mahasiswa dan orang tua yang sudah sulit justru makin dipersulit,” harapnya.
Baca Juga: KSR PMI UIN SU Raih Juara II Pertolongan Pertama dan Penghargaan Tanggap Darurat Bencana
Reporter: Silvia Rida Yanti dan Andika Pratama Putra
Editor: Ummy Syafitri

