Satu Bulan, Ketika Waktu Belum Mampu Menyembuhkan Luka

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Internet https://www.youtube.com)

Judul: Satu Bulan

Pencipta: Bernadya

Penyanyi: Bernadya Ribka Jayakusuma

Genre: Pop

Tahun Rilis: 2023

Durasi: 3 menit 36 detik

Peresensi: Ummi Hasanah

Perpisahan tidak selalu berarti bahwa semuanya langsung selesai. Ketika seseorang pergi, justru bisa muncul banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. Rasa kehilangan, kenangan, bahkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi masih dapat tinggal dalam pikiran. Hal tersebut terasa dalam lagu “Satu Bulan” yang dibawakan oleh Bernadya. Lagu ini menceritakan seseorang yang masih mencoba menerima keadaan setelah hubungan yang dijalani harus berakhir.

“Satu Bulan” menarik perhatian karena ceritanya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang mungkin pernah merasakan bagaimana sulitnya menjalani hari setelah kehilangan seseorang yang sebelumnya selalu ada. Satu bulan memang bukan waktu yang lama, tetapi bagi seseorang yang masih menyimpan perasaan, waktu tersebut bisa terasa sangat panjang. Dari sinilah lagu ini terasa memiliki hubungan yang kuat dengan pengalaman pendengarnya.

Baca Juga: Die With A Smile dan Makna Mencintai Sebelum Segalanya Berakhir

Lirik dalam lagu ini menjadi salah satu bagian yang membuat “Satu Bulan” mudah diterima. Bernadya menggunakan kata-kata yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Namun, justru dari kesederhanaan tersebut perasaan yang ingin disampaikan menjadi lebih terasa. Lagu ini seperti menggambarkan isi pikiran seseorang yang masih memikirkan hubungan yang telah berakhir dan belum sepenuhnya terbiasa dengan keadaan baru.

Hal yang juga membuat lagu ini terasa nyata adalah penggambaran mengenai perasaan setelah hubungan berakhir. Ketika seseorang sudah tidak lagi bersama kita, bukan berarti semua kenangan ikut hilang. Ada hal-hal kecil yang terkadang dapat mengingatkan kembali pada masa lalu. Kenangan tersebut bisa muncul tanpa direncanakan dan membuat seseorang kembali memikirkan apa yang pernah terjadi. “Satu Bulan” berhasil membawa perasaan tersebut ke dalam sebuah cerita yang sederhana.

Dari segi vokal, Bernadya mampu membawakan lagu ini dengan karakter suara yang lembut dan penuh penghayatan. Cara bernyanyinya tidak terdengar berlebihan, tetapi tetap mampu menyampaikan kesan sedih dan kecewa. Pendengar dapat merasakan bahwa lagu ini dibawakan dengan suasana yang tenang. Hal tersebut membuat cerita dalam lagu terasa lebih dekat dan tidak seperti sekadar sebuah lagu tentang putusnya hubungan.

Aransemen musik yang digunakan juga cukup sederhana. Musik tidak terlalu ramai sehingga suara Bernadya dan isi lagunya tetap menjadi bagian yang paling menonjol. Perpaduan tersebut membuat “Satu Bulan” memiliki suasana yang tenang dan melankolis. Lagu ini cocok didengarkan ketika seseorang sedang ingin menikmati musik sambil merenungkan sesuatu yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Bagian menarik dari lagu ini adalah cara Bernadya menggambarkan bahwa setiap orang mempunyai waktu yang berbeda untuk melupakan. Ada yang dapat dengan cepat menerima perpisahan, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Tidak semua perasaan dapat hilang hanya karena waktu terus berjalan. Terkadang, seseorang memang harus melewati prosesnya terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa merasa baik-baik saja.

Oleh karena itu, “Satu Bulan” sebenarnya tidak hanya berbicara mengenai putusnya sebuah hubungan. Lebih dari itu, lagu ini menggambarkan proses seseorang ketika berusaha menerima kenyataan. Ada keadaan yang tidak dapat dipaksakan untuk kembali seperti sebelumnya. Pada akhirnya, seseorang harus belajar memahami bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan untuk bertahan selamanya.

Kelebihan lain dari lagu ini adalah ceritanya yang mudah dikaitkan dengan berbagai pengalaman. Pendengar tidak harus mengalami kisah yang sama persis dengan yang digambarkan dalam lagu. Perasaan kehilangan dan sulit melepaskan seseorang merupakan pengalaman yang dapat dipahami oleh banyak orang. Itulah yang membuat lagu ini terasa cukup personal bagi setiap pendengarnya. Setiap orang bahkan dapat memiliki cerita sendiri ketika mendengarkan lagu yang sama.

Walaupun begitu, “Satu Bulan” mungkin terasa kurang menarik bagi pendengar yang lebih menyukai musik dengan aransemen yang ramai atau perubahan musik yang lebih banyak. Lagu ini memang lebih mengutamakan cerita dan perasaan dibandingkan kemegahan musiknya. Namun, hal tersebut justru menjadi salah satu kekuatannya. Musik yang tidak berlebihan membuat pendengar dapat lebih fokus pada cerita yang ingin disampaikan Bernadya.

Secara keseluruhan, “Satu Bulan” merupakan lagu yang berhasil membawa tema perpisahan dengan cara yang sederhana tetapi tetap menyentuh. Lirik yang mudah dipahami, suara Bernadya yang khas, serta musik yang tenang membuat lagu ini mempunyai suasana tersendiri. Lagu ini tidak hanya menggambarkan kesedihan karena kehilangan seseorang, tetapi juga menunjukkan bahwa menerima sebuah perpisahan membutuhkan proses.

Pada akhirnya, “Satu Bulan” mengingatkan bahwa waktu tidak selalu langsung menghilangkan rasa kehilangan. Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk benar-benar menerima apa yang sudah terjadi. Inilah daya tarik terbesar dari lagu tersebut. Bernadya berhasil membuat sebuah cerita tentang perpisahan terasa dekat dengan kehidupan pendengarnya. Lagu ini bukan hanya tentang seseorang yang pergi, tetapi juga tentang bagaimana orang yang ditinggalkan perlahan belajar menerima kenyataan dan melanjutkan kehidupannya.

Berikut lirik lagu “Satu Bulan”

Belum ada satu bulan

Ku yakin masih ada sisa wangiku di bajumu

Namun, kau tampak baik saja

Bahkan senyummu lebih lepas

Sedang aku di sini hampir gila

Kita tak temukan jalan

Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang

Namun, kau tampak baik saja

Bahkan senyummu lebih lepas

Sedang aku di sini belum terima

Bohongkah tangismu sore itu di pelukku?

Nyatanya pergiku pun tak lagi mengganggumu

Apa sudah ada kabar lain yang kautunggu?

Sudah adakah yang gantikanku?

Yang khawatirkanmu setiap waktu

Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu

Kalau bisa, jangan buru-buru

Kalau bisa, jangan ada dulu

Baru lewat satu bulan

Kemarin ulang tahunku, tak ada pesan darimu

Tak apa, mungkin kau lupa

Atau sudah ada hati yang harus kaujaga

Sudah adakah yang gantikanku?

Yang kauantar jemput setiap Sabtu

Yang s’lalu ingatkan untuk pakai sabuk pengamanmu

Kalau bisa, jangan buru-buru

Sudah adakah yang gantikanku?

Yang khawatirkanmu setiap waktu

Yang cerita tentang apa pun sampai hal-hal tak perlu

Kalau bisa, jangan buru-buru

Kalau bisa, jangan ada dulu

Hu, hu-uh

Hu-uh

Baca Juga: Beranjak Dewasa dan Kenangan yang Perlahan Berubah

Editor: Ummy Syafitri 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles