Addin Edisi 278: Mari Membaca dengan Tersirat

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi: Ditanty Chicha Novri
- Advertisement - jd

Oleh: Ummi Salamah Afnita Sari Siahaan 

(Merenungkan Tanda-Tanda Kebesaran Allah)

Sebagai seorang manusia yang baik tentunya kita pasti bisa menjadi seorang khalifah bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Tak terlepas dari kehidupan kita sehari-hari yang selalu mengandalkan lingkungan sekitar. Melihat betapa butuhnya kita akan semua nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita, terutama lagi dalam bernafas yang tiada batasnya. Kesegaran alam sekitar memang dapat dan akan selalu kita rasakan jika diri kita ingin juga berkontribusi dengan alam. Maksudnya ialah alam yang telah dengan gratis memberikan manfaatnya untuk kita tetapi kita janganlah melakukan kezaliman terhadap alam, malah sebaliknya kita harus merawat dan menjaga kelestariannya.

Belakangan ini banyak kita lihat kerusakan-kerusakan yang terjadi di bumi pertiwi, disebabkan oleh apa lagi kecuali manusia dan tak terlepas dari faktor alam. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi sangat membawa dampak negatif yang besar bagi lingkungan alam sekitar. Ya, memang manusia menginginkan kehidupan yang simpel dan instan, tetapi kebanyakan manusia tidak dapat berpikir panjang dalam melakukan perbuatan tersebut. Mari kita lihat disekeliling kita betapa rapuhnya alam ini, lihatlah pada hutan pepohonan yang ditebang secara liar tanpa melakukan penanaman kembali atau reboisasi dan lebih sadisnya lagi sampai-sampai membakar hutan sehingga menimbulkan polusi udara dan membahayakan makhluk hidup. Lautan yang tercemari oleh limbah-limbah pabrik sehingga merusak ekosistem yang ada dilaut. Serta masalah yang terbesar ialah sampah-sampah pelastik yang kunjung menggunung tinggi yang semakin banyak dan hanya sedikit yang dapat didaur ulang.

Firman Allah Swt. “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manuasia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“. (Ar-Rum (30) 40).

Coba perhatikan begitu banyak kerusakan yang telah kita lakukan terhadap alam. bencana-bencana kian melanda kita yang tiada habis-habisnya, membuat kita bersedih hati tetapi tetap melakukannya lagi. Seperti banjir yang melanda dikarenakan sampah yang kian membanyak, dan bencana-bencana lainnya. Disamping itu, juga banyak kerusakan dari diri seorang manusia tersebut yang melakukan perbuatan maksiat, sehingga membuat Allah marah dengan menegur kita melalui bencana alam.

Maka dari itu marilah kita buat suatu renungan yang mengingatkan kita akan kondisi alam yang kian memburuk, yang berdampak negatif bagi kita semua. Disinilah kita harus mulai belajar membaca atas semua teguran yang kita dapatkan. Tak hanya itu kita juga harus banyak-banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Karena masih diberikan kepercayaan untuk mengelola bumi pertiwi.

Firman Allah Swt. Yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiriatau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langi dan bumi (seraya berkata): “Ya Rbb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka perihalah kami dari siksa neraka”. (Ali ‘Imran (3) 190-191).

Di dalam ayat ini Allah memerintahkan kita membaca betapa indahnya tanda-tanda kebesaran Allah, kita lihat ke atas ada langit nan cerah yang terkadang menurunkan hujan demi keberlangsungan kehidupan di bumi, dan bumi yang menumbuhkan beragam macam bentuk flora dan fauna juga manusia. Kita lihat pergantian siang dan malam, pembagian waktu yang sangat pas sekali jika di waktu siang kita melakukan kegiatan, seperti bekerja serta malamnya lah waktu kita untuk beristirahat.

Tetapi dari beribu-ribu manusia yang ada hanya sedikit pula bagi mereka yang mengerti akan besarnya kekuasaan Allah Swt. Itu disebabkan karena keegoisan serta ketamakan mereka yang tak luput dari perhiasan duniawi yang begitu penting bagi mereka. Firman Allah Swt. “Dan bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz Dzariyat (5) 20-21).

Begitu lalai dan butanya mereka sehingga tak dapat untuk memahaminya, mereka yang terus-menerus berbuat maksiat tidak tahu entah sampai kapan bertaubat, mereka pun menganggap dengan banyak nya harta dan kekuasaan dapat menyelamatkan mereka dari hal apapun, keamanan dan kebahagiaan yang hanya dapat mereka rasakan didunia, sehingga Allah tak segan-segan untuk menegur mereka agar mereka dapat berfikir selayakna manusia yang telah dibekali akal yang tinggi dari makhluk lainnya. Firman Allah Swt. “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasan Allah) dilangit dan dibumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya. Dan sebahagian dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?” (Yusuf (12) 105-107).

Allah menitipkan alam semesta kepada kita agar kita dapat mengelolanya dengan baik, membuatnya menjadi lebih indah. Manusia diciptakan dengan dibekali pikiran dan nafsu, keduanya akan menjadi seimbang dan berguna jika dibawa kepada yang bersifat positif. Nafsu adalah keinginan atau tindakan kita melakukan sesuatu hal, sedangkan pikiran adalah tolak ukur kita dalam melakukan nafsu tersebut apakah kepada arah yang positif atau negatif.

Allah menciptakan semua yang ada di bumi dan di langit adalah termasuk tanda-tanda kekuasan-Nya. Dimana Dia menciptakan sesuatu hal pasti sesuatu tersebut ada manfaat dan ibrah yang bisa kita dapatkan. Kita sebagai manusia hanya dapat meneruskannya saja dan Allah lah yang memiliki kekuasaan Mutlak atas alam ini. Dengan membaca tersirat akan membawa kita sadar kepada nikmat yang telah diberikan yang tiada habis-habisnya diberikan secara gratis kepada kita, seperti air, udara, api, dan kebutuhan lainnya. Sesekali mari kita buka mata hati kita untuk lebih memerhatikan alam sekitar dan menjaganya, membuat suatu ide yang kreatif agar hasil-hasil yang kita dapatkan dari alam tidak terpakai dan terbuang dengan sia-sia yang membawa kepada kemubaziran yang merugikan semua.

Dunia ini hanya ditempati untuk sementara, di akhirat lah kita akan kekal abadi selamanya, maka dari itu mari tingkatkan lagi ibadah kita agar amalan yang kita kerjakan selama di dunia  menjadi penolong bagi kita diakhirat kelak, intinya seimbangkanlah kehidupan didunia dan akhirat inilah yang dimaksud kesuksesan yang sesungguhnya.

Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah semester II

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles