Addin Edisi 282: Keutamaan Bulan Muharam

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi: Ditanty Chicha Novri
- Advertisement - jd

Oleh: Annisari

Keutamaan bulan Muharram telah ditegaskan sendiri oleh Allah Subhanallah wa taala melalui firmannya yang tertuang dalam Alquran Surat At Taubah ayat 36.

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Dalam agama Islam, perhitungan tahun baru Hijriyah, diawali dengan bulan Muharram yang dikenal oleh orang Jawa dengan sebutan bulan Suro. Kata Muharram artinya “dilarang”. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat jahiliah.

Dalam Islam bulan Muharram merupakan salah satu bulan diantara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Allah menjadikan empat bulan ini (Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) sebagai bulan haram (asyhurul-hurum). Siapa yang beramal saleh pada bulan tersebut maka Allah akan melipatgandakan pahalanya. Sebaliknya siapa yang berbuat maksiat pada bulan-bulan itu maka dosanya berlipat pula.

Lalu, kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Dinamakan bulan haram karena terdapat dua makna, yang pertama pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan atau peperangan. Orang-orang jahiliah pun meyakini demikian. Kemudian ketika Islam datang, kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliah yang lain dihapuskan. Dan yang kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.

Bulan ini memiliki kesucian, dan karenanya menjadi bulan pilihan. Di antara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan ini adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatkan agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan haram. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam. Bulan ini benar-benar istimewa banyak keutamaan di dalamnya oleh karena itu disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafadz jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.

Muharram adalah bulan haram yang penuh berkah terutama pada 10 hari pertama bulan tersebut. Terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan seperti memperbanyak puasa sunnah dan menghidupkan puasa ‘Asyura dan Tasu’a (9-10 Muharram). Adapun keutamaan puasa bulan Muharram berupa puasa Asyura adalah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu.

Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.

Demikian juga umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim merupakan sesuatu perbuatan yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan kuat yang mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Keutamaan di tanggal 10 Muharram atau di hari Asyura ialah apabila kita melakukan sholat 2 rakaat atau 100 rakaat kemudian membaca tasbih 70x, sholawat 70x, ayat kursi 360x beserta basmallah maka ganjarannya adalah akan diberi kenikmatan ketika matinya, kehidupannya menjadi berkah, serta diberi pahala ibadah setara penduduk 7 lapis langit.

Selain keutamaan bulan tersebut, kita juga dianjurkan untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, bermuhasabah atau introspeksi diri, dan mengenang perjalanan hijrah Nabi Muhammad.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat tersebut mengingatkan kita sebagai umat Islam untuk bisa terus mengintropeksi dan mengevaluasi semua perbuatan yang pernah dilakukan di masa lampau dan berusaha memperbaikinya di masa depan serta meningkatkan iman sebagai bekal di masa akhir nanti.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di balik puasa Asyura diantaranya, kemenangan Nabi Musa atas Fir’aun, pendaratan kapal Nabi Nuh setelah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan, keselamatan Nabi Yunus dengan keluar perut ikan, ampunan Allah untuk Nabi Adam, kelahiran Nabi Isa, ampunan Allah untuk Nabi Dawud, kelahiran Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub dapat kembali melihat, dibebaskannya Nabi Yusuf dari penjara Mesir, disembuhkannya Nabi Ayyub dari penyakitnya, selamatnya Nabi Musa dan umatnya dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah, dan ampunan Allah untuk Nabi Muhammad baik kesalahan yang telah lampau maupun yang akan datang.

Sejarah 1 Muharram sendiri ditandai dengan peristiwa besar yakni hijrahnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dari kota Makkah ke kota Madinah pada tahun 622 Masehi. Sesampainya di Madinah Rasulullah dan pengikutnya memulai babak baru perjuangan Islam untuk menyampaikan wahyu Allah dan mendidik manusia yang beradab.

Bulan Muharram merupakan bulan yang penuh dengan keutamaan. Momen memasuki tahun baru Islam dapat pula dilakukan dengan cara berdoa kepada Allah. Doa juga merupakan bentuk pengharapan kepada Allah agar mendapatkan rahmat serta keutamaan bulan Muharam. Sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Bulan ini juga merupakan bulan menuju perbaikan diri setelah penempaan diri pada bulan Ramadhan. Di sini efektivitas ”tindak-tinduk” kita selama Ramadhan, apakah semakin baik dari bulan-bulan sebelum Ramadhan atau malah sebaliknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu memperbaiki diri dan berusaha menjadi terbaik di dunia dan akhirat.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam jurusan Perbankan Syariah semester III

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles