Addin Edisi 287: Menyempurnakan Sifat Kemanusiaan

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Internet
- Advertisement - jd

Oleh: Muhammad Hanafi

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِين ○ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ  ○ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِين○َ  ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu se­gumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu Hilang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. (Q.S Al-Mu’minun ; 12-15)

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT diantara seluruh ciptaannya yang ada, memiliki akal juga pikiran adalah salah satu perbedaan dengan makhluk lainnya, manusia menggunakan akal pikiran untuk menimbang dan menentukan jalan hidup atau solusi dari masalah yang tercipta, selain memiliki kepekaan dan rasa untuk menunjukkan sifat kemanusiaan yang dimilikinya, biasanya manusia memiliki pandangan dalam menentukan arah hidup dan tujuannya, contohnya mengenai cita-cita dan pekerjaan yang akan membawanya menuju klasifikasi tingkatan manusia.

Dalam kehidupannya sehari-hari manusia biasanya memiliki cara hidup yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya masing-masing, dalam merealisasikan keinginan dan kebutuhan tersebut ada yang ingin mendapatkan secara instan ada juga yang lebih memilih menjalaninya step by step tergantung tebalnya iman dan takwa terhadap Allah SWT.

Berkali-kali kita dihidangkan dengan peristiwa miris mengenai kemanusiaan yang sejatinya malu untuk kita bahas sebagai manusia itu sendiri, dimana manusia membantai manusia lainnya hanya karena amarah dan dendam semata, juga terdengar lumrah ada manusia yang seolah menjunjung tinggi tanggung jawab dan kebebasan bertolak pinggang ketika disajikan dengan masalah manusia-manusia yang memangku tangan karena haknya diambil orang, ketika manusia bertanya pada manusia lainnya mengenai hakikat manusia sebenarnya maka jawabannya ada pada rumput yang bergoyang.

Pernahkah kita bertanya pada nurani mengenai masalah kemanusiaan yang sedang menggerogoti kita semua? Suami membunuh istri, anak membunuh ayah kandungnya, guru dipenjara oleh muridnya karena berniat menegakkan disiplin sholat Duha disekolahnya? Bayang hitam HAM terus menjelma menjadi batas-batas kewajaran yang sangat merusak eksistensi manusia, tidak ada lagi kepatuhan dan kedisiplinan dalam pengajaran, tidak ada lagi saling hormat dan bertoleransi dengan sesama, hilang sudah kasih sayang antara ibu dan anak karena HAM mengatur kebebasan emansipasi.

Dalam agama Islam manusia mendapatkan posisi paling istimewa dari Allah SWT, jika dirunut kembali mengenai cerita Nabi Adam As yang mana ditentang sebagian malaikat karena penciptaanya, langsung dibantah dan mendapatkan penjelasan singkat dari Allah, jika kita ambil inti dari cerita tersebut seharusnya kita sangat malu, Allah sudah begitu percaya dengan kita ummat manusia sehingga ia mengutuk malaikat kesayangannya terusir dari syurga hanya karena membela penciptaan kita dan masih saja kita berani durhaka serta menduakannya .

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُون

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S Al-Baqarah : 30)

Sudahkah kita menjadi manusia yang seutuhnya? Sudahkah kita menunaikan tugas kita sebagai manusia? Sudahkah kita memberikan hal yang terbaik yang kita miliki kepada sekeliling kita? Sekali lagi Tanya kembali kepada rumput yang bergoyang.

Sejatinya hakikat manusia adalah beribadah kepala Allah SWT dan menebar kebaikan juga manfaat kepada sesama, juga menjadi suri tauladan yang baik untuk ummat lainnya, tugas kita di dunia ini adalah sebagai khalifatullah, menjaga dunia dengan segala isinya agar terus seimbang dengan alam juga niat penciptaan itu sendiri, jika kita tidak mau tau dengan sekeliling kita, apa bedanya kita dengan seonggok daging yang membatu ditimpa debu-debu penyesalan, manusia adalah benteng terakhir untuk menjadikan dunia kembali stabil dan kembali pada porosnya, sudah cukup dunia ini terus menangis akibat ulah manusianya sendiri, dimana mana peperangan menjadi simbol kekuatan, hak bersuara dibungkam dengan senapan tajam memotong kata. Sampai kapan kita hanya menyandang gelar manusia tanpa memiliki identitas, tanpa memiliki tujuan yang jelas, tanpa nurani yang terus membeku diterpa ketidak mau tahuan.

Memanusiakan manusia adalah tujuan utama kita bersama untuk saat ini, jka belum tercapai jangan beranjak dan berganti haluan, karena manusia membutuhkan manusia lainnya untuk berubah dan  sadar akan qodrohnya menjadi khalifatullah bukan untuk menjadi mufsidun.

Seluruh perbuatan dan perkataan kita didunia ini akan dimintai pertanggung jawaban dihadapannya kelak, bagaimana kita menggunakan kedua tangan kita ini, apakah digunakan untuk memperbaiki ummat atau malah sebaliknya, ikut menjadi kaki tangan para durjana melestarikan kedzaliman, dipakai apa lidah dan pendapat kita ini, apakah dipakai untuk selalu bersyukur dan merasa cukup dengan semua anugerah dan nikmatnya atau malah sebaliknya menjadi pedang tajam penghunus cinta dan cita seorang manusia.

Mari menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan solusi untuk sesama, bukan malah menjadi benalu sampah yang mengotori sebuah penciptaan sempurna, tinggalkan perdebatan yang tidak bermanfaat agar tali silahturrahmi terus mengalir jernih bak air mata, hargai kebebasan dengan terus bertanggung jawab dan mempunyai prinsip hidup agar manusia lainnya terinspirasi, ingat kawan! tujuan kita untuk sekarang adalah menyempurnakan sifat kemanusiaan.

Penulis adalah mahasiswa FITK jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester V

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles