Addin Edisi 289: Belajarlah Menjadi Baik, Maka Kau Akan Baik

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi: Ditanty Chicha Novri
- Advertisement - jd

Penulis: Putri Syakbania Dalimunthe

“……dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah/2:195)

Berbicara mengenai kehidupan dunia, kata ini pasti tidak asing lagi bagi kita. Ada yang berpikiran ‘ini dunia, ini adalah hidupku’. Ada juga yang mengatakan ‘duniaku urusanku, duniamu urusanmu, urus saja duniamu sendiri’. Bahkan ada yang mengatakan ‘dunia bagaikan syurga yang sangat kusuka’. Tak jarang dari kita yang sangat mengagung-agungkan dunia, padahal seharusnya mereka memahami bahwa dunia ini sifatnya sementara dan tidak kekal.

Dalam hidup, kita sebagai insan yang bernyawa pastilah ingin selalu hidup damai, aman, tenteram dan sejahtera. Namun Allah Subhanahu Wa Taala yang pasti tidak akan  memberikan porsi yang sama kepada semua makhluk-Nya. Karena Allah Subhanahu Wa Taala ingin melihat seberapa kuat hamba-Nya menjalani lika-liku pahitnya kehidupan ini. Seberapa bersyukurnya hamba-Nya dengan nikmat-Nya. Serta, seberapa pedulinya hamba-Nya dengan  sesame. Semua itu menjadi tolok ukur perbedaan kita setiap insan yang Allah hidupkan di dunia ini.

Mengenai hal itu, kita pasti ingin sekali menjadi pribadi yang taat. Namun, pasti ada perjuangan yang harus kita lalui sebelum akhirnya kita sampai kepada pribadi yang taat dan istikamah di jalan-Nya. Di antaranya yang pertama, sekolah yang serius. Itu betul, banyak orang sukses seperti Bill Gate, Mark Zuckerberg, Menteri Susi yang bisa sukses tanpa lulus sekolah formal. Tapi ketahuilah, Bill Gate dan Zuckerberg misalnya, dia DO dari Harvard. Sementara Ibu Susi, dia berhenti dari SMAN 1 Yogya yang merupakan sekolah dan kampus ternama serta berkualitas. Itu bukti, mereka memang sekolah serius setidaknya diterima di tempat-tempat berkualitas tersebut. Lah kita? Sekolah di mana sih? Sampai yakin banget bilang: sekolah tidak penting. Mereka juga DO karena sudah punya passion, atau tuntutan hidup lain. Kita? Cuma karena malas atau alasan-alasan lainnya. Cobalah untuk serius dalam berproses.

Kedua, banyaklah baca-baca buku. Ayo, di usia kalian, membaca seharusnya menjadi hobi yang sangat menyenangkan. Berhentilah bermain gawai yang kita tahu tidak ada habis-habisnya. Ganti dengan membaca buku. Baik, kalau mau baca lewat gawai silahkan (karena sekarang banyak buku yang bisa kita unduh  di dalam gawai yang kita miliki), tapi konkret, baca, bukan main. Buat yang tidak suka baca, sukanya nonton, perbanyaklah menonton video yang bermanfaat, seperti National Geographic, dkk, ilmu pengetahuan. Bukan hanya nonton video yang tidak jelas manfaatnya. Kan nggak lucu, saat kalian ditanya apa hewan terbesar di dunia, kalian jawab: gajah. Itu jelas tanda kids jaman now yang kepalanya jarang diisi pengetahuan.

Ketiga, Mulailah tahu tanggung jawab. Kita  itu kadang lupa, seusia kita tanggung jawab itu sudah ada. Bukan cuma bisa menyuruh atau juga merepotkan orang lain. Tetapi coba sejenak merenungkan diri, makin bertambah usia, maka makin besar tanggung jawab yang harus dipikul. Nah, dengan semakin besar tanggung jawab tersebut, maka tidak heran bahwa kita akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan begitu sobat?

Keempat, Berhenti coba-coba hal buruk. Merokok? No! Itu sama sekali tidak keren. Kalian tidak perlu mencoba-coba hal tersebut. Karena orang dewasa sekarang yang perokok, mereka bahkan mati-matian mau berhenti tapi tidak bisa. Jangan ikuti jalan itu. Bikin tato di badan? Apalagi. Minuman keras? Apalagi yang ini. Narkoba? Ampun deh, itu benar-benar tipuan sesat. Ada teman mengajak keluyuran malam-malam ke tempat-tempat buruk, jangan mau. Ada teman mengajak duel, gladiator, jangan mau. Tidak apa di bilang tidak jantan. Karena sebenarnya yang bilang tidak jantan itulah yang sangat-sangat tidak jantan. Mereka tidak bisa melawan dirinya sendiri. Itulah ketidakjantanan nomor 1.

Kelima, Perbanyaklah belajar agama. Sebagian dari kita itu mungkin menganggap agama itu tidak relevan lagi. Jangankan kids jaman now, yang kids jaman old saja banyak yang menyepelekan agama. Tapi ketahuilah, saat hidup kita jatuh dalam sekali, agama adalah lampu penerang yang baik. Belajarlah agama. Minimal punya pemahaman baik.

Keenam, Perbanyaklah aktivitas yang bermanfaat dan positif. Bagi yang suka menjahit, ya menjahit. Yang suka main futsal, main futsal. Yang suka menulis, nulis. Semua orang itu pada dasarnya cenderung pada hobi yang baik. Maka jangan malas, justru perbanyak. Boleh jadi, besok lusa, itulah jalan kalian untuk berbuat baik, jalan rezeki, bahkan pencapaian dan prestasi-prestasi yang akan kita raih.

Terakhir, milikilah teman yang oke,  penting sekali kita semua punya teman-teman yang baik. Apa itu teman yang baik? Gampang lihatnya, apakah dia rajin dalam melakukan sesuatu, apakah dia mengajak ke hal-hal baik, apakah dia asyik dan menyenangkan. Bukan malah berteman dengan mereka yang suka nongkrong malam-malam, berteman dengan mereka yang langganan bikin kasus di mana pun. Kita jadinya malahan ikutan bermasalah. Milikilah teman-teman yang baik, maka insyaallah, kalian juga akan ikut baik.

Menjadi pribadi yang baik itu tidak mudah kawan, selama ada hati yang jujur dan ikhlas lillahi taala, maka akan Allah Subhanahu Wa Taala mudahkan jalan kita untuk menggapai keridhoan-Nya. Jangan terlalu banyak dengerin perkataan orang. Jika untuk bahan evaluasi diri atau muhasabah diri boleh, tetapi jangan seutuhnya mendengarkan perkataan orang. Semua kembali kepada pribadi kita masing-masing. Kalau kita ingin selalu mendapatkan kebaikan maka teruslah berbuat baik, karena kebaikan tidak mungkin dibalas dengan keburukan, kecuali kita berdoa untuk keburukan maka jangan menyesali kalau Allah Subhanahu Wa Taala limpahkan keburukan itu kepadamu.

Penulis merupakan mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum Prodi Ekonomi Syariah/Muamalah Semester V

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles