Addin Edisi 290: Keajaiban Istighfar Menggugah Jiwa, Meningkatkan Taqwa

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Metropolitan.id
- Advertisement - jd

Oleh: Mekha Wahyuni

“Barangsiapa yang selalu beristighfar, maka Allah menjadikan baginya pada setiap kesempitan suatu solusi, dan setiap keprihatinan suatu jalan keluar, dan Allah memberinya rezeki dari jalan yang tak terduga.” (HR. Abu Dawud).

Istighfar merupakan kata baku dari is:tig:far merupakan permohonan ampun kepada allah swt. yang bila diucapkan berbunyi “astagfirullahal’azim” yang artinya saya memohon ampun kepada allah swt.

Telah datang dari Nabi Saw. sabda-sabda beliau yang terjaga yang penuh berkah tentang Istighfar, dimana istighfar mendatangkan pahala yang besar. Bagaimana tidak mungkin tapi itu lah nyata nya, istighfar kalimat yang sangat mudah diucapkan oleh lisan mudah diingat oleh pikiran sekali diucapkan pahala besar pun kita dapatkan.

Dalam tiap detik bahkan menit seringnya istighfar yang dilakukan umat ini dapat mengangkat bencana yang telah terjadi dan menolak bencana yang akan terjadi. Tiada suatu bencana yang melanda kecuali disebabkan suatu dosa manusia, dan tidak ada cara lain menghilangkan bencana kecuali bertobat dan beristighfar.

Wahai ummat nabi muhammad saw sadarkah kita bahkan di sela-sela kesenggangan waktu, kita bahkan terlupa tidak hanya terlupa bahkan kita tidak sedikit pun untuk mengingat baik mengucapkan kalimat sederhana dan paling suci itu. “astagfirullah… astagfirullah… astagfirullah…“.

Bahkan Nabi SAW sudah menjanjikan ummat nya untuk bisa dijauhkan dari siksa api neraka jika kita bisa mengamalkan istighfar dalam tiap detik bahkan menit pun sisa hidup kita. Rasulullah SAW bersabda.

Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya.”

Nabi membela-bela ummat nya, nabi berikan keringanan untuk ummatnya agar tidak disiksa kelak nantinya. wahai ummat nabi istighfar itu sungguh mulia jika engkau amalkan, disela-sela kesibukan mu ucapkanlah “astagfirullah” Jikalau kau sedang melakukan suatu pekerjaan sembarikan dengan mengucapkan kalimat “astagfirullah…” di setiap pekerjaanmu. Maka, allah permudahkan kesulitanmu allah ampunkan dosa dan bahkan allah juga mengabulkan doamu pada saat itu juga.

Sungguh dahsyat bukan kalimat istighfar ini. Bahkan jika kamu merasa sering berdoa kepada Allah Swt tapi sampai sekarang doamu juga belum didengarkan oleh Allah swt, maka kamu bersabarlah dan jangan sampai kamu lupakan untuk mengucapkan “astagfirullah astagfirullah astagfirullah” kelak kamu akan lihat langsung keajaibannya yang datang pada dirimu sendiri. Seperti kisah Sahabat Nabi SAW, Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi’i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. di masa akhir hidupnya beliau bercerita.

“Suatu waktu saya tidak tahu kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.”

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita, “Begitu tiba disana waktu Isya, saya ikut shalat berjamaah di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.”

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sembari bertanya; “ada apa gerangan kamu disini syaikh?.”

Marbot tidak tahu kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab, “Saya ingin istirahat, saya musafir.”

Lalu marbot berkata lagi, “Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid.”

Imam Ahmad menceritakan kondisi nya yang diusir oleh marbot.

“Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid. Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid.”

Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad.

“Mau apa lagi syaikh?” Kata marbot.

“Mau tidur, saya musafir” kata imam Ahmad.

Lalu marbot berkata;

“Di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh.” Imam Ahmad diusir.

Disamping masjid ada penjual roti, Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh “Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil.”

Lalu imam Ahmad berkata, “Baik”.

Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir.

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad mengajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil (terus-menerus) melafalkan Istighfar. “Astaghfirullah”

Saat memberi garam, astaghfirullah, memecah telur astaghfirullah ,  mencampur gandum astaghfirullah. Dia senantiasa mengucapkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya, “sudah berapa lama kamu lakukan ini?”

Orang itu menjawab;

“Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan.”

Imam Ahmad bertanya;

“Apa hasil dari perbuatanmu ini?”

Orang itu menjawab “tidak ada hajat/keinginan yang saya minta dikecuali kan, PASTI dikabulkan Allah. semua yang saya minta pada-Nya Allah swt, langsung diwujudkan.”

Lalu orang itu melanjutkan, “Semua dikabulkan Allah kecuali 1, masih 1 yg belum Allah beri.”

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;  “Apa itu?”

Penjual roti itu berkata; “Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad.”

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, ”Allahu Akbar! Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid sampai ke jalanan ternyata karena istighfarmu .

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad. Ia pun langsung memeluk dan mencium tangan Imam Ahmad.

Subhanallah, sungguh menggugah jiwa bukan, betapa dahsyatnya keajaiban istighfar itu. Tak perlu untuk diragukan lagi kekuatannya. Kita sebagai ummat nabi muhammad saw senantiasa percaya dan beriman lah kepada allah swt. karena allah swt adalah tempat sebaik baiknya.

Tidaklah mungkin Allah menghukum mereka sementara engkau berada di tengah-tengah mereka, dan tidak mungkin pula Allah menghukum mereka sementara mereka sedang beristighfar “ (QS Al-Anfaal : 33).

Penulis adalah Kru LPM Dinamika UIN SU Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Semester III 

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles