Addin Edisi 293: Merawat Pintu Surga

- Advertisement - Pfrasa_F
- Advertisement - jd

Oleh: Afrillia Arizona Bangun

Foto: Lelya Hilda Amira Ritonga

Oleh: Afrillia Arizona Bangun

“Sungguh (neraka) jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka), menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapatkan) minuman, selain air yang mendidih dari nanah, sebagai pembalasan yang setimpal”

(Q.S. An Naba’: 21-26)

Hidup kita adalah sebuah perjalanan panjang yang nyatanya singkat, terkadang dengan tidak sadar semuanya terasa begitu cepat berlalu, hanya ada pagi, siang, dan malam. Ada sedih, senang, marah, dan kecewa. Begitu pun akhir dari dunia yang fana ini hanya ada neraka dan surga.

Dua pilihan yang memiliki penggemar jauh berbeda. Siapa sih yang ingin masuk neraka? Sudah pasti tidak ada, semua orang ingin masuk surga. Namun, seringkali manusia hanya ingin tapi enggan untuk menindaklanjutinya.

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang  bertakwa.” (QS. Ali Imran : 133)

Jelas, tidak ada satu pun manusia yang mau menuju tempat yang menyeramkan seperti neraka. Namun, keinginan menjadi penghuni surga hanya sebuah angan apabila kita masih senang bermain-main didunia. Allah Swt. menerima maaf dan taubat untuk kita yang teramat buruk. Sami’na wa atho’na terhadap Alquran dan Assunnah menjadi salah satu kunci dalam takwa. Dua pedoman hidup yang harus dipenggang teguh umat Islam. Berlomba-lomba dalam menggapai rida-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

“Aku sediakan bagi hamba-ku yang shalih berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam benak manusia. Kalau kalian mau, bacalah, Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah: 17)

Hanya bisa menggambarkan dengan penghuni yang duduk di depan bertakhtakan emas, berpandangan romantis dengan kekasih. Dilayani dengan manis, dibawakan gelas, teko, dan minuman dari sungai-sungainya. Buah-buahannya yang nikmat, daging-daging jadi hidangan lezat untuk disantap. Kekasihnya adalah bidadari yang terjaga. Bagaikan intan dan mutiara, di dunia manusia lelah dengan pertengkaran dan keributan. Alangkah damainya surga, karena para penghuninya tidak pernah mendengar ucapan yang sia-sia. Tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Sungguh surga adalah keindahan dan kenikmatan yang nyaris sulit didefinisikan, sebab tidak ada satupun kenikmatan dunia yang dapat menandingi nikmatnya menjadi penghuni surga. Lalu, Allah ciptakan 8 pintu surga agar kita bisa memilih, mau dari pintu mana kita masuk ke dalam syurga-Nya, Maha baik Allah Swt. dan nabi telah mengabarkan tentang hal itu.

Dari Ubadah, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, Isa adalah hamba Allah dan anak dari ibunya (Maryam), ia adalah kalimat dan ruh dari-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam, bersaksi bahwa surga benar adanya, dan neraka benar adanya, maka Allah akan masukkan dia dari delapan pintu surga yang mana saja yang Dia kehendaki.” (H.R. Bukhari)

Delapan pintu surga itu adalah:

  1. Pintu Salat

Salat termasuk salah satu yang menjadi pintu untuk masuk kedalam surga karena salat adalah rukun Islam yang kedua setelah syahadat dan menjadi tiang agama.

“Islam didirikan di atas lima: Bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, mengeluarkan zakat, hajji ke baitullah bila ada kemampuan, dan puasa bulan Ramadan.” (HR. Bukhari & Muslim)

  1. Pintu Sedekah

Segala apa yang kita miliki tidak sepenuhnya milik kita, Allah menitipkan kepada kita agar kita sedekahkan untuk orang yang membutuhkan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa membelanjakan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan salat, ia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Pintu Jihad

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda:

“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, Hai hamba Allah, inilah kebaikan. Maka orang yang termasuk golongan ahli salat maka ia akan dipanggil dari pintu salat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (H.R. Bukhari)

  1. Pintu Rayyan

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (H.R. Bukhari No. 3257)

  1. Pintu Al-Ayman

“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (H.R. Bukhari No. 3340, 3361, 4712 dan Muslim No. 194)

  1. Pintu Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an an-Nas

“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).

Dan mengenai dua pintu lagi para ulama berbeda pendapat. Pendapat-pendapat mereka yaitu: Pintu Taubat, Pintu Zikir, Pintu Rida, Pintu Ilmu, atau Pintu Haji. Setiap pintu ini akan memanggil orang-orang yang memiliki keistimewaan dalam amalan tersebut. Barang siapa yang banyak melaksanakan shalat, selain yang wajib, maka pintu salat akan memanggilnya. Demikian juga dengan pintu-pintu yang lain. Hanya orang-orang yang amalannya istimewa dan luar biasa yang akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Maka rawatlah salah satu atau bahkan semua pintu-pintu yang akan menghantarkan kita ke surga dengan istikamah dalam menjalankan perintah-Nya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Ketika mendengar hadis ini Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (H.R. Bukhari No. 1897, 3666 dan Muslim No. 1027)

(Penulis Merupakan Mahasiswi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Jurusan Akuntansi Syariah, Semester VII, Temui Dia Di Akun Instagramnya @Afrillia_arizona23)

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles