Apa Benar Hanya Kita Kehidupan Satu-satunya?

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi bumi. (Foto/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)
- Advertisement - jd

Penulis: Adwar Pratama

Pernahkah terlintas dalam benak kita sebagai penduduk planet bumi merasa penasaran apakah hanya bumi yang memiliki kehidupan di luar jutaan galaksi di alam semesta. Ataukah mungkin ada kehidupan lain di luar bumi yang mencoba untuk berkomunikasi dengan kita para penduduk bumi?

Pertanyaan itu menjadi misteri besar bahkan ilmuwan seperti Stephen Hawking juga menanyakannya. “Hingga tahun 1920-an semua orang berpikir bahwa alam semesta pada dasarnya statis dan tidak berubah dari waktu ke waktu. Lalu ditemukan bahwa alam semesta bertambah besar. Galaksi-galaksi yang jauh bergerak menjauhi kita. Hal ini berarti galaksi itu pasti lebih dekat pada masa lalu. Jika kita menghitung mundur, kita akan menemukan bahwa kita semua saling bertindihan sekitar 15 miliar tahun yang lalu. Ini adalah Big Bang, permulaan alam semesta,” begitulah pertanyaan yang terlontar dari benak Stephen Hawking sekaligus salah satu tonggak terciptanya teori ledakan besar (Big bang).

Baca juga: Pentingnya Verifikasi di Era Digitalisasi

Dari pertanyaan tersebut terciptalah teori kehidupan ekstraterestrial yang menurut Wikipedia didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi. Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan perkiraan-perkiraan mengenai kehidupan tersebut masih terus dicetuskan.

Dilansir dari hipwee.com, untuk membuktikan bahwa benar atau tidaknya keberadaan kehidupan ekstraterestrial, Badan luar angkasa Amerika Serikat, NASA meluncurkan dua pesawat ulang alik Voyager 1 dan Voyager 2 dengan tujuan awal untuk mempelajari planet Jupiter dan Saturnus. Namun setelah dikaji ulang, para peneliti juga mempertimbangkan potensi wahana ini untuk menjelajahi sistem tata surya yang sebelumnya belum terjamah. NASA berharap alat ini bisa menjadi kontak pertama manusia dengan kehidupan lain di luar bumi.

Baca juga: Benahi Layanan Website UIN SU

Walaupun dinilai inovatif dan bermanfaat bagi umat manusia, Stephen Hawking justru mengecam upaya NASA dalam mencoba untuk berkomunikasi dengan kehidupan di luar bumi. Karena menurut hematnya, setiap kedatangan sebuah koloni ke tempat yang baru diketahui, sifat dasar dari koloni tersebut akan tempat baru yang dijamahnya adalah menjajah. Artinya, Stephen Hawking khawatir upaya NASA merupakan sebuah awal yang memicu invasi penduduk planet lain di Bumi.

Apakah Mereka Tahu Keberadaan Kita?

Segala hal yang menyangkut kehidupan ekstraterestrial tidak henti hentinya menjadi perdebatan. Bahkan isu ini menjadi populer karena dijadikan salah satu teori konspirasi. Sejatinya teori konspirasi merupakan teori yang masih belum terbukti keberadaannya, tetapi tidak sedikit yang meyakini kebenarannya. Teori Konspirasi tentang kehidupan ekstraterestrial menjadi isu yang tak henti-hentinya diperbincangkan karena banyak kesaksian dan fenomena yang membenarkan teori ini. Seperti rekaman, video amatir yang banyak beredar di internet dan kesaksian dari orang yang berkomunikasi langsung dengan makhluk asing.

Dilansir dari 99.co, Seth Shostak dan para rekannya di SETI Institute belakangan ini mencoba untuk membangun teleskop radio terbesar yang dapat menghubungkan jalur komunikasi Bumi dan planet lain yang berjarak ribuan kilometer, demi membuktikan keberadaan alien di luar sana. Pada tahun 1977 saat salah satu dari radar yang mereka tanam di Ohio State University menangkap sinyal asing yang tidak bisa mereka identifikasi. Sinyal tersebut berlangsung selama 24 jam penuh dan terdengar seperti kode Morse yang terbata-bata.

Baca juga: Mendikbud Luncurkan Kebijakan Baru, Apa Komentar Mahasiswa UIN SU?

Para ahli teori konspirasi juga melihat kemajuan teknologi di dunia merupakan pengaruh dari kedatangan alien di planet bumi. Mereka menganggap teknologi yang digunakan sekarang merupakan teknologi yang dimodifikasi dari pesawat alien yang jatuh di planet bumi. Tak hanya itu, kehidupan alien juga dinilai terdeteksi pada perang dunia Kedua saat Nazi berhasil ditumbangkan. Para ahli teori konspirasi memprediksikan bahwa Nazi merupakan kelompok yang menggunakan sumber daya makhkuk lain yang dimutakhirkan oleh para ilmuannya. Setelah Nazi tumbang, Amerika serikat mengambil alih ilmuwan Nazi yang dinilai sebagai akar dari kemajuan senjata yang digunakan oleh Nazi. Dan senada dengan itu pula, Amerika serikat memiliki teknologi persenjataan paling canggih yang menjadikannya sebagai negara adidaya.

Bagaimanapun teori dan prediksi yang beredar sejauh ini hanya sebuah teori dan masih belum terbukti keasliannya. Cara menyikapi beredarnya rumor-rumor ini adalah bukan menjadikannya sebagai obsesi pembuktian tetapi dinikmati hanya sebagai sebatas bacaan.

Editor : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles