Apa yang Mestinya Kamu Lakukan!

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Mhd. Haris
- Advertisement - jd

Penulis: Mulia Wilandra Harahap

Sesekali kita perlu tau rasanya sakit untuk paham caranya mengobati, sesekali kita mesti merasakan lelah untuk tau damainya tenang dalam rehat, dan sesekali kali kita harus jatuh untuk mengukur seberapa cepat kita dapat bangkit kembali.

Bagaimana? Apa kamu masih merasa kurang beruntung diantara orang-orang yang terbaring dan berharap mendapat keberuntungan? Atau kamu masih saja mengagungkan kekatifanmu di luar rumah dan merasa tak pantas untuk tetap berdiam diri di rumah? Pahamilah bahwa masih banyak hal yang perlu disyukuri dalam situasi seperti ini, tidak lah perlu mengeluh hanya karena berpisah beberapa waktu dengan teman-teman.

Sesekali tanyalah kabar Ayah Ibumu, apa yang telah terlewati ketika kamu terlalu sibuk di luar. Barangkali kamu melupakan beberapa momen, barangkali kamu melewatkan ulang tahun Ibumu? Atau tidak menyadari bahwa Ayahmu sedang tidak sehat. Diwaktu ini dimomen seperti inilah kamu harus membayar hutang waktu bersama keluargamu, ini waktu yang tepat untuk meminta maaf karena mengabaikan jam malammu, ini saat yang tepat untuk meminta maaf karena kamu tidak sempat mengantar adik kakakmu. Mari ingat apa yang sudah kita lewatkan, meminta maaf tidak mesti saat lebaran saja kan?

Jangan pikirkan hal lain ketika bersama keluarga, jika di luar kamu adalah pemimpin maka di rumah kamu adalah anak mereka, jika di luar kamu adalah mahasiswa maka di rumah kamu adalah adik dan kakak mereka. Belajarlah untuk menjadi manusia yang tidak egois, berdamailah dengan rasa bosanmu. Hargai momen-momen ketika bersama mereka, bukankah penat juga jika terlalu disibukkan dengan pekerjaan?

Sementara itu tetaplah jaga semangatmu, tidak ada hal yang menghalangimu untuk tetap produktif meski di rumah. Jangan sugesti pikiranmu sendiri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi karena terkadang kita terlalu sibuk memikirkan hal yang tidak terlalu penting, terkadang kita rela berpikir keras untuk hal yang tidak jelas. Kamu adalah diri kamu yang bebas melakukan apapun selama tidak melanggar peraturan dan norma, tentunya.

Bosan itu dapat dikalahkan, padatkan waktumu untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan membantumu untuk meningkatkan kemampuan bernalar. Gali lebih dalam lagi kemampuanmu yang lama tak tersentuh, mungkin kamu terlalu sibuk kuliah hingga lupa bahwa kamu adalah pelukis handal, mungkin kamu terlalu sibuk berorganisasi sampai tak sadar bahwa puisimu pernah mendapat pengakuan dan penghargaan. Apapun itu asal bermanfaat, mulai bergerak dan lakukan.

Atau cobalah untuk memahami bahwa menjadi mahasiswa itu mestilah mampu beretorika dengan baik, maka mulailah untuk melatih diri sendiri. Kamulah yang paling paham kelebihan dan kelemahanmu sendiri, jika kamu sudah mampu mengukur kemampuanmu maka akan lebih mudah untukmu mengembangkannya. Dan satu hal lagi, puaskan dirimu untuk beristirahat, di rumah kamu punya lebih banyak waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Sembari itu, persiapkan tenagamu untuk mengejar ketertinggalan selama masa karantina ini. Nanti, setelah semua membaik, kita juga harus menjadi lebih baik untuk mampu membawa kebaikan kepada seluruh alam sekalian. Sampai jumpa nanti, jangan lupa doakan agar bumi lekas pulih.

Telah kurentangkan sayap-sayapku dan aku siap melayang; akankah kau menyertai seorang pemuda melewatkan hari-hari pengembaraannya?

-Kahlil Gibran- 

Salam Sayang PSDA

Editor: Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles