Apa yang Sudah Dihasilkan Hari Ini?

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi. (foto/ilustrasi/pexels/Kaique Rocha)
- Advertisement - jd

Penulis: Putri Oktavia

Ciptaan Tuhan yang berada di bumi-Nya telah memberi tahu hal-hal kecil bersifat pengajaran di sekitar. Pengajaran itu semua adalah sebuah kebaikan. Misalnya, seperti tumbuhan yang menghasilkan makanan, bayang-bayang berteduh untuk bersantai, kemudian rupa indah beragam warna ketika dipandang. Hewan juga tak kalah baik, susu yang mereka hasilkan juga dapat dikonsumsi oleh manusia. Beberapa hewan bersifat setia kepada sang tuan, meluluhkan hati yang lelah juga teman di saat sendiri. Memang benar Tuhan menciptakan sesuatu di bumi memiliki kebaikan yang dapat dimanfaatkan. Lalu hewan dan tumbuhan saja bisa menghasilkan kebaikan-kebaikan, mengapa kita manusia yang berakal tidak melakukan apa-apa.

Setiap detik, waktu terus berjalan. Kita tidak akan mengetahui sampai kapan waktu melekat pada hari-hari kita. Maka dari itu mulailah menjadi seseorang yang produktif dan tidak diperdaya oleh waktu, malahan kita yang memperdaya waktu. Ada pilihan yang mudah bagi kalian yang tidak memiliki waktu luang. Seperti mengisinya dengan membaca, menulis, membersihkan tempat tidur, jika kalian tidak suka hal itu alternatif yang bisa dilakukan yakni hobi masing-masing. Mudahkan.

Baca juga: Sudahkah Kita Bersyukur atas Nikmat Allah?

Kepala manusia diibaratkan bumi, yang kalau digali secara mendalam dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Emas berasal dari dalam tanah. Batu-batu berharga nan indah juga berasal dari tanah. Bukan hanya tanah, di bawah laut juga terdapat sumber daya yang sangat membantu manusia, apalagi kalau bukan gas alam. Coba potensi yang ada di dalam kepala manusia digali, akan banyak ide-ide cemerlang yang dapat  dunia. Pasti sejarah telah membuktikan kalau manusia banyak menghasilkan sesuatu yang sangat berguna di bidangnya. Orang-orang terdahulu yang sudah berdagang ke berbagai bangsa dengan ciptaan yang mereka hasilkan sendiri. Lalu apa yang sudah kita hasilkan untuk dimanfaatkan. Tidak usah berpikir jauh, minimal ciptaan itu dapat kita manfaatkan sendiri.

Pada zaman maju ini semua sudah ada. Tersedia lengkap dengan fasilitas dan juga harga yang disesuaikan kantong. Dalam bidang transportasi dari fungsi yang terbesar sampai kecil juga ada.  Pesawat, kapal laut, kereta api, mobil, sepeda motor bahkan sepeda yang mengandalkan tenaga manusia juga telah diciptakan. Itu baru dari bidang transportasi, belum kita hitung dari bidang lainnya. Jadi, kalau kita tidak menghasilkan sesuatu dari sekarang, untuk apa waktu yang Tuhan anugerahkan terhadap kita. Jawaban itu semua ada pada diri masing-masing.

Motivasi sukses seseorang berbeda-beda. Itu semua tergantung keadaan yang dihadapi. Nah, mudah saja bagi kita yang ingin mengubah diri, walaupun hanya dimulai dari yang terendah. Jika sudah begini harus segera diselesaikan. Seperti memiliki visi agar hidup indah di masa depan dapat terealisasikan. Visi sangat penting karena, perjalanan hidup kita untuk meraihnya. Lalu miliki rencana untuk menggenggam visi itu. Bagaimana caranya maka, dari itu susun rencana sebaik mungkin. Kalau sudah sejauh ini fokuskan perhatian dan tetapkan prioritas. Kekuatan fokus sangat luar biasa. Hal yang tidak mungkin menjadi mungkin jika kita fokus. Sudah memiliki fokus perhatian, tetapkanlah prioritas itu akan sejalan beriringan.

Pepatah bijak mengatakan, kerjakan apa yang dapat dikerjakan hari ini jangan sampai besok-besok. Lakukan sekarang. Jalankan rencana yang telah kita susun. Konsisten dengan pendirian merupakan modal penting terbentuknya cita-cita. Selalu mengulang-ulang, melakukan evaluasi pada setiap usaha yang digarap. Selanjutnya Istiqamah, serahkan kepada Tuhan yang menggenggam jiwa-jiwa makhluk-Nya.

Baca juga: Sifat “Listener” Melatih Kita Bersikap Sabar

Alasan apalagi, banyak contoh-contoh hidup manusia yang bisa kita ikuti jalan suksesnya. Ilmuwan Inggris berkata, dengan membaca biografi seseorang tanpa sadar kita telah berkenalan dengan mereka. Baca saja. Nanti akan ada makna tersirat yang menyusup ke dalam kepala. Apa pun itu semuanya adalah belajar. Oh iya, jangan lupakan Tuhan sebagai zat yang Maha mengetahui. Minta petunjuk-Nya. Usaha sekuat apa pun, kalau kita tidak minta petunjuk dari-Nya, kita seperti orang sombong. Jika disimpulkan intinya berdoa sepenuh hati lalu bekerja sekuat tenaga. Dibarengi ikhlas dan sabar. Insyaallah segalanya akan terarah.

Malam-malam yang terang telah berlalu dimasa kecil, dan uban berdatangan pada setiap hari yang gelap. Makna syair ini berarti waktu terus berjalan, kehidupan yang masih kecil kini telah beranjak dewasa dan menua. Marilah kita hasilkan sesuatu dari sekarang. Kita tidak  dapat menerka kapan waktu pergi meninggalkan kita, bersama penyesalan yang menyertai diri. Sebab, kehidupan pada waktu luang hari itu tidak dimanfaatkan dengan segenap usaha dan doa.

Editor: Nurul Liza Nasution

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles