A Quiet Place: Ketika Suara Menjadi Ancaman Bagi Nyawa

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/IMDb)
  • Judul : A Quiet Place
  • Sutradara : John Krasinski
  • Genre : Horror Thriller
  • Durasi : 90 menit
  • Tanggal Rilis : 9 Maret 2018 ( Southwest ), 6 April 2018 ( Amerika Serikat )

Peresensi : Mulia Wilandra Harahap

“Hidup di tengah ancaman dan tidak kepastian, ketika suara menjadi sebab kematian dan membisu adalah satu-satunya jalan keselamatan.”

Film bergenre horor nampaknya akan selalu menjadi film yang tidak akan pernah bosan untuk diulas, baik dari segi cerita, suara atau pengambilan gambarnya. A Quiet Place adalah salah satu film yang layak ditonton bagi kamu para pecinta horor, dengan hampir 95% dialog menggunakan bahasa isyarat tidak menjadikan film ini berada dalam lis film yang membosankan, ini dibuktikan dengan rating 7,5 pada situs IMDb. Film ini digarap oleh John Krasinski yang juga ikut berperan sebagai Lee Abbott, yaitu kepala keluarga Abbott dalam film ini.

Keluarga Abbott adalah survivor yang terus mencoba untuk bertahan hidup ketika peradaban umat manusia terancam oleh keberadaan makhluk asing. Berbicara adalah pantangan dalam kesehariannya, hampir seluruh komunikasi hanya mengandalkan bahasa isyarat. Keluarga Abbott sejatinya adalah contoh keluarga idaman bagi setiap orang, dengan ibu dan ayah yang selalu sedia menjaga dan memastikan anak-anaknya selalu dalam keadaan aman dari ancaman.

Suatu saat ketika keluarga Abbott sedang dalam perjalanan, si bungsu Beau menyalakan mainan pesawatnya yang ia dapat disebuah toko yang sebelumnya mereka singgahi. Suara yang ditimbulkan dari mainannya jelas mengundang kedatangan makhluk menyeramkan dengan kaki runcing yang lebih mirip seperti tombak, si bungsu pun tewas seketika dengan sekali terkaman.

Pasca tewasnya si bungsu, kehidupan terus berlanjut disebuah rumah perkebunan yang nampak asri dan nyaman, bahkan Evelyn sang ibu mengandung bayi keempatnya. Karena keluarga Abbott hidup dalam ketidakpastian, sang ayah merasa perlu untuk mengajarkan putranya Marcus bagaimana cara bertahan hidup. Mereka pun pergi untuk untuk menangkap ikan, sementara sang ibu tetap berada di rumah dengan ditemani Regan sang putri walaupun Regan memilih pergi karena kesal tidak diajak oleh ayahnya.

Nahas bagi Evelyn, ketika kandungannya sudah mencapai waktu untuk melahirkan tapi tidak ada seorangpun di rumah. Keadaan makin parah ketika kaki Evelyn tertusuk paku saat hendak menuruni anak tangga, sontak jeritan dan suara pecahan bingkai yang dibawanya mengundang kedatangan makhluk-makhluk buas tersebut. Melihat ada yang tak beres pada rumah mereka, Lee Abbott dan Marcus langsung sigap membuat pengalihan agar makhluk-makhluk itu menjauh dari rumah mereka, namun sayang penyelamatan sang ibu harus mengorbankan nyawa sang ayah.

Tidak banyak sound effect dalam film ini, itulah yang menjadi kelebihan ketika film horor dibuat menegangkan melalui kebisuan. Film ini menyuguhkan drama keluarga yang dibalut kengerian horor thriller, emosi akan dibuat naik turun ketika adegan menampilkan sebuah keluarga yang mati-matian menjaga satu sama lain, walau pada akhirnya mesti ada pengorbanan yang dilakukan. 

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement -

Share article

Latest articles