Be Calm, Be Strong, Be Grateful karena Allah Selalu Ada

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Bukalapak)
  • Penerbit : Kata depan
  • ISBN : 9786026475541
  • Penerbit : Kata Depan
  • Tanggal terbit : Juli – 2017
  • Jumlah Halaman : 292
  • Berat Buku : 320 gr
  • Kategori : Inspirasional
  • Penulis : Wirda Mansur

Peresensi: Cut Syamsidar

“Karena Allah Selalu tahu yang yang terbaik untuk kita”

Siapa yang tak kenal dengan sosok seorang Wirda Mansur, seorang selebgram, youtuber dan seorang anak dari Ustad Yusuf Mansur. Dalam buku “be calm, be strong, be grateful” Wirda Mansur banyak menuliskan pengalamannya untuk mendapatkan apa yang ia mau dan semua impiannya. Buku yang diterbitkan tahun 2017 ini berisi tentang seluruh pertanyaan dari para fans atau haters dari wirda sendiri, wirda menjawab semua pertanyaan yang sering orang lontarkan untuknya dengan jawaban yang mampu memotivasi orang banyak. Caranya menulis buku ini juga santai dan terkesan bersahabat, seolah-olah ia hanya bercerita ke satu orang saja.

“Be Calm, Sabar itu bakat terbesar. Bakat sesungguhnya. Jangan sampai kita nggak memberikan kesempatan kepada diri kita sendiri untuk bersabar” tulis Wirda pada halaman pertama bukunya itu. Bagi Wirda, sabar atau ilmu kalem adalah hal yang paling penting, sabar itu ibarat sumbu, dan banyak sekali orang yang sumbunya pendek, baru dicocolin api dikit aja langsung terbakar, apinya besar dan merembet ke mana-mana. Kita perlu belajar yang namanya menaklukan “api” jika didatangkan api, jangan melunjak, jangan ngelawan. Terima aja, lalu ikhlaskan. Terima, lalu dibikin jinak.

“Be Strong, Gue selalu yakin besar dan kecilnya masalah itu tergantung cara kita menyikapinya. Semakin dipikirin bakal semakin terbebani. Semakin dibayangin, bakal semakin serem. Serahkan semua ke Allah. Sebab, semua juga terjadi atas kehendak-Nya” Tulis wirda lagi di lembar kedua bukunya itu. Masalah memang kerap selalu datang entah kamu bertakwa atau tidak, semua masalah itu semua berat dan yang membedakan hanya cara kita menyikapinya saja.

Allah memberikan ujian yang berbeda-beda kepada setiap orang. Jika kita merasa ujian kita adalah yang paling berat, Think again! Di luar sana lebih banyak yang ujiannya berkali-kali lipat daripada kita dan Allah sendiri yang bilang di Al-Qur’an bahwa setiap orang akan diuji. Begitulah kira-kira tulisan Wirda untuk pembacanya yang sedang sedih karena terlalu banyak merasa tersakiti.

“Be gratefull, Bagaimana supaya dari iri bisa jadi mimpi? Bersyukur, itu adalah hal terpenting dalam hidup. Sebagai manusia, kita itu dipenuhi dengan kehausan. Orang punya mobil ingin punya pesawat. Punya sepeda ingin punya motor. Punya motor ingin punya mobil. Orang yang atas izin Allah nggak ada kakinya pengin bisa jalan. Ngeliat orang begini begitu, ngiler aja bawaannya. Selama itu positif, Insyaallah nggak kenapa-kenapa. No metter  what, no metter how, se-impossible apa pun itu terlihat, nothing is impossible for Allah. Nggak ada yang nggak mungkin buat Allah. Kun fayakun. Lagi-lagi tulisan Wirda mampu menembus hati kita yang selama ini banyak mengeluhnya, nggak bersyukur sama yang sudah Allah kasih ke kita.

Editor: Ade Suryanti

- Advertisement -

Share article

Latest articles