Belajar Perencanaan Keuangan dan Investasi Sejak Dini

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

Meski telah memasuki era new normal, tentu sebagian dari kita masih ada yang melakukan aktivitas dengan di rumah aja. Walaupun begitu, bukan berarti kita tidak bisa mengikuti kegiatan yang positif agar terus produktif.

Kita masih bisa mengikuti sederet kegiatan dan pelatihan yang dapat meningkatkan skill, karena faktanya saat ini banyak sekali platform digital, lembaga pelatihan maupun komunitas yang memberikan asupan ilmu secara daring. Salah satunya komunitas belajar bincang ilmu yang menyediakan kelas daring membuat budget bulanan dan investasi melalui grup telegram, Sabtu (26/7).

Kelas tersebut dimulai pukul 13.00 wib, yang dibuka dengan sambutan dari Dimas Fadhi Fikri. Founder Bincang Ilmu itu berharap agar komunitasnya dapat terus menyebar manfaat positif bagi para pengiat ilmu. “Bincang ilmu ini merupakan komunitas belajar yang dibentuk agar sahabat bisa mendapatkan ilmu dan informasi yang seru, positif, dan bermanfaat. Kami akan secara rutin menyajikan kelas daring dengan mentor-mentor terpilih. Semoga dengan kehadiran kami, bisa terus memenuhi keinginan dan harapan sahabat sekalian,” tuturnya.

Selanjutnya grup diambil alih oleh mentor, Vera Amalia yang merupakan founder dari Finshar.id, yaitu sebuah lembaga perencana keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip syariah. Ia mengisi materi selama satu jam empat puluh lima menit. Dalam pemaparannya ia menjelaskan kiat-kiat apik membuat perencanaan budget atau anggaran bulanan yang baik dan bagaimana memilih instrument investasi untuk setiap tujuan keuangan. Seolah ingin membuka mindset peserta, diawal pemaparan Vera menyuguhkan video yang menampilkan dua tokoh animasi yang berbeda dalam hal mengelola keuangan.

Tokoh Fajri dan Findi, yang dikisahkan bersahabat, tinggal di kota yang sama, serta memiliki pekerjaan dan penghasilan yang sama. Namun Fajri memiliki gaya hidup yang tinggi dengan selalu mengikuti tren kekinian. Sementara Fandi hidup sederhana, dan selalu merencanakan pengolahan keuangan. Hingga akhirnya kedua tokoh ini dipertemukan dalam sebuah acara reuni, di mana Fandi sudah lebih mapan dengan sudah memiliki tabungan untuk ibadah haji, tabungan untuk masa pensiun sehingga di hari tuanya tidak bergantung kepada anak, sedang Fajri kebalikannya.

Video tersebut mengingatkan anggota kelas yang berjumlah 392 peserta akan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Menurut Vera, sebaiknya perencanaan keuangan dimulai dengan membagi penghasilan ke dalam lima pos keuangan. “Bagi penghasilan ke dalam lima pos keuangan utama. Jika ada kebutuhan lainnya seperti dana liburan, silahkan dibentuk posnya, yang terpenting lima pos utama ini harus ada terlebih dahulu. Pertama, pos keuangan zakat infak sedekah atau dana sosial, kedua pos dana darurat, ketiga pos cicilan, keempat pos simpanan atau tabungan tabungan dan kelima pos biaya hidup,” jelasnya.

“Ini urutan ya teman-teman. Jadi begitu menerima penghasilan, biasakan untuk sisihkan dari mulai pos keuangan satu, lalu pos keuangan dua, dan seterusnya. Kenapa begitu? Karena kalo urutannya dibalik, memenuhi biaya hidup dulu, udah hampir bisa dipastikan, penghasilan akan habis, biasanya tidak akan ada sisa untuk menabung atau investasi,’ tambah Vera.

Selanjutnya ia juga menerangkan setiap individu penting memiliki dana darurat, apalagi di saat pandemi seperti sekarang ini, di mana banyak yang terkena dampak pengurangan penghasilan hingga terkena PHK. Dana darurat yang sebaiknya dimiliki berbeda-beda tergantung jumlah tanggungan yang dimiliki, semakin banyak tanggungan maka semakin besar pula dana darurat yang dibutuhkan. Dana darurat harus disimpan di tempat yang mudah di akses, contohnya rekening bank yang bisa di akses melalui ATM dan sebagainya

Terakhir ia turut membahas soal investasi. Di mana investasi sebagai suatu suatu kegiatan penempatan dana pada satu atau lebih jenis aset dengan  harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Ada dua jenis investasi yaitu insvestasi rill dan investasi finansial. Dalam investasi pula terdapat prinsip “High risk, high return. Low risk, low return (Semakin tinggi hasil investasi, risikonya semakin tinggi. Semakin rendah hasil investasi, risikonya semakin rendah)” oleh karenanya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam memilih investasi.

“Ada tiga hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan dalam memilih investasi yaitu profil risiko terhadap investasi, memperhatikan tujuan keuangan yang dibuat dan memperhatikan kemungkinan inflasi. Semoga setelah memahami itu semua, kawan-kawan dapat merencanakan keuangan dan membuat investasi yang baik,” tutup Vera.

Salah satu peserta asal Lampung yang juga bekerja di instansi BPS kabupaten Pringsewu, Fitriana Apebuan mengaku saat senang mengikuti kelas daring ini. “Saya sangat senang dan memang tertarik. Saya ingin memperdalam lagi tentang belajar perencanaan keuangan apalagi saya sebagai sandwich generation. Selain itu yang seperti kita ini, sedang berada si usia produktif sehingga kita bisa melakukan banyak pekerjaan dan mendapatkan penghasilan secara mandiri. Jadi wajib sekali melakukan manajemen keuangan,” ucapnya.

Sementara itu, menurut salah satu mahasiswa UIN SU Septi Adelia Amin, semester enam, jurusan Akutansi Syariah, sangat penting merencanakan pengolahan keuangan sejak dini agar siklus keuangan dapat berjalan seimbang. “Sangat penting, karena keuangan juga butuh konsep agar pemasukan dan pengeluaran dapat berjalan seimbang. Untuk itu ya perlu ada perencanaan, terlebih seperti kita mahasiswa harus tahu urgensi dari pengeluaran uang, agar sistem keuanagan kita lebih rapid an jelas,” ucapnya.

Reporter : Anisa Rizwani dan Deni Gusti Kurniawan

- Advertisement -

Share article

Latest articles