
- Judul Film : Midnight Runners
- Genre : Komedi-Laga
- Sutradara : Jason Kim (Kim Ju-hwan)
- Produser : Kim Jae-joong
- Rilis : 30 Agustus 2017
- Durasi : 109 Menit
- Bahasa : Korea
- Pemeran : Park Seo-joon (Ki-joon) & Kang Ha-neul (Hee-yeol)
- Perusahaan Produksi : Lotte Entertainment
- Penghargaan : Grand Bell Award for Best New Actor
Peresensi : Putri Ayu Dahniar Harahap
Korea Selatan selalu punya ide cerita yang menarik dan unik, salah satunya Film Midnight Runner bergenre komedi dan laga, bercerita tentang dua orang pemuda yang sedang menempuh pendidikan di Taruna Akademi Universitas Kepolisian Korea Selatan.
Latar belakang Ki Joon yang hidup dengan seorang ibu tunggal berpenghasilan rendah, ia masuk kepolisian karena biayanya gratis, Ki Joon merupakan sosok yang blak-blakan, cepat mengambil tindakan, lugas, dan ia selalu menang di kelas judo. Dan Hee Yeol berasal dari keluarga pedagang, memiliki otak brilian, pembersih, pemikirannya sangat terencana, kaku, ia lebih memendam perasaannya daripada diungkapkan secara langsung. Namun, perbedaan tersebut yang membuat mereka sangat dekat bersahabat.
Pada awalnya mereka saling mencibir. Namun, pada saat pelatihan Hee Yeol tiba-tiba terjatuh dari jalan yang cukup terjal di dalam hutan. Lalu, Ki Joon awalnya tidak ingin menolongnya karena waktu berlari menelusuri hutan sudah hampir habis, namun Hee Yeol menjanjikan “Jika kau membantuku, aku akan mentraktirmu daging Korea kualitas terbaik,” sahutnya dan Ki Joon langsung menggendongnya di pundak.
Dua tahun berlalu persahabatan mereka sangat erat, suatu hari mereka terlibat masalah yang menegangkan. Saat hendak bepergian ke tempat hiburan layaknya anak muda, mereka melihat ada seorang gadis nan rupawan, mereka mengikuti gadis itu dari belakang, mereka pun beradu cekcok ingin mendapatkan nomor ponsel gadis itu, tanpa disadari gadis itu sudah dibawa para penculik menggunakan mobil hitam, mereka berlari laju kencang bagai pelari jauh yang profesional. Namun, penculik itu lari dengan kilometer yang cepat. Mereka lari ke kantor polisi tapi mereka tidak punya identitas apa pun sebagai syarat untuk melapor dan mereka diacuhkan. Lalu, mereka melapor kepada atasan mereka dan mengatakan perlu waktu satu bulan untuk mengungkap kasus ini.
Kasus ini dilakukan oleh para mafia yang bekerja sama dengan klinik kesuburan, para wanita diculik dan diambil paksa sel telurnya. Ki Joon dan Hee Yeol tak bisa menunggu lama, sebab para gadis akan diambil sel telurnya jika tak ditangani segera, keduanya berniat untuk membongkar kasus ini. Namun, mereka masih tahap proses belajar menjadi polisi, belum banyak yang bisa mereka lakukan, tapi karena tekad mereka kuat, Ki Joon dan Hee Yeol berlatih fisik sekuat tenaga, menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar, dan latihan Judo.
Mereka berdua pun menelusuri keberadaan penculik itu dan meminta instruktur pendidikan untuk melacak plat kendaraan mobil penculik itu. Setelah persiapan matang, mereka dengan gagahya memakai seragam kepolisian postur tubuh yang tinggi wajah yang ganteng membuat para gadis terheran-heran melongo.
Mafia itu sudah sangat sistematis mengatur penculikannya, ia membawa banyak pengawal, perjuangan dua sekawan ini tak gentar, tidak takut untuk melawan, awalnya mereka kewalahan menghabisi para mafia itu, dua sahabat ini pun babak belur, darah berkeluaran dari hidung, kepala. Tapi mereka tak gentar, tak takut untuk menghabisi mafia ini. Dua sekawan ini berhasil meringkus semua para mafia. Mereka tidak hanya menyelamatkan gadis idaman, bahkan 20 gadis lainnya berhasil mereka selamatkan yang terlihat tak sadarkan diri, terbius di dalam ruangan.
Sedih, lucu, sampai tertawa terbahak-bahak tersaji dalam film ini, tentu banyak terdapat kisah inspiratif di sini, berasal dari keluarga sederhana dengan tekad semangat untuk bersekolah yang tinggi yang patut untuk ditiru, wah daebakkk!!! I love this movie, film ini cocok banget buat kalian para K-popers, apalagi yang suka lihat oppa-oppanya. Recommended buat kalian deh.
Editor: Khairatun Hisan

