
- Judul flim: A Taxi Driver (2017)
- Rating : 8,5/10
- Genre : Laga/ Sejarah
- Sutradara : Jang Hoon
- Penulis : Eoum Yu-na
- Rilis : 2 Agustus 2017 (Korea Selatan)
- Durasi : 2 jam 17 menit
- Pemeran : Thomas Kretschmann ,Yu Hae-Jin,Ryoo Joon-Yeol Park Hyuk-Kwon ,Choi Gwi-Hwa ,Um Tae-Goo ,Jeon Hye-Jin , dan Ko Chang-Seok
Presensi: Kana Rizky Ramadhani
Flim “A Taxi Driver” merupakan sebuah flim yang di angkat dari kisah nyata atas pemberontakan mahasiswa terhadap Gwangju 1980. Di mana di awal kejadian ini bermula dari seorang wartawan dari Jerman yang ingin meliput salah satu sisi bagian gelap dari Korea Selatan yang ditutupi oleh pihak pemerintah sehingga banyak masyarakat yang tahu mengenai kejadian itu, yaitu Gwangju Uprising yang terjadi pada 1980.
Ini merupakan sejarah dari Korea Selatan yang merujuk ke sisi gelap. Agar kita mengetahui bagian dari Korea Selatan selain dunia perdrakoran dan perk-popersan.
Sejarah Gwangju Uprising 1980
Pemberontakan yang terjadi di Gwangju sendiri sebenarnya adalah bagian dari gerakan demokratis masyarakat Korea pada saat itu. Gerakan tersebut adalah salah satu reaksi yang timbul pasca tragedi pembunuhan presiden Park Chung-hee pada 26 Oktober 1979. Rezim Park selama 18 tahun yang hancur secara tiba-tiba ini tentunya membuat situasi politik dan sosial menjadi tidak stabil.
Choi Kyu-hah, yang saat itu bertindak sebagai perdana menteri, diangkat menjadi presiden sesuai ketentuan yang tertera di Article 48 pada Yushin Constitution. Namun pada Mei 1979, Chun Doo-hwan, jenderal militer Korea, mulai melakukan perlawanan. Hingga akhirnya, pada bulan Desember Chun berhasil menurunkan paksa Choi melalui revolusi militer, dan ia pun bertindak sebagai pemimpin negara.
Coup d’etat pimpinan Chun pun menuai protes dari banyak orang. Karena sebelumnya Choi berjanji untuk mengubah pemerintahan Park yang otoriter. Dia juga berjanji akan mengadakan pemilihan yang lebih demokratis serta membuat konstitusi baru untuk mengganti Yushin Constitution. Maka dari itu banyak terjadi protes, karena masyarakat cukup tegas dalam menolak kediktatoran. Penolakan inilah yang memicu Chun bertindak represif terhadap pihak-pihak yang dianggap bertentangan.
Gwangju menjadi salah satu wilayah terparah akibat tindakan represif militer ini. Protes di Gwangju awalnya hanya dilakukan oleh para mahasiswa Chonnam University. Namun situasi semakin memanas setelah pihak militer mulai “melawan” dan menimbulkan korban jiwa dari mahasiswa. Penduduk lokal pun marah, dan konflik semakin membesar. Bahkan, peristiwa ini diperkirakan menelan ratusan korban jiwa sepanjang 18 hingga 27 Mei 1980.
Awal kejujuran dimulai
Ini semua bermula pada seorang wartawan dari Jerman yang diperankan oleh Thomas Kretschmann sebagai Peter yang ingin meliput berita tentang Gwangju Uprising 1980. Dan ketika itu terjadi beberapa kejadian yang membuat wartawan tersebut sangat susah untuk mencari kebenaran tersebut. Karena berita ini, tidak di izinkan oleh pemerintah Korea Selatan untuk di sebar luaskan ke masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
Hal ini, membuat penjagaan di area tersebut sangatlah ketat bagi aparat tentara dan tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan yang boleh masuk ke daerah tersebut. lalu ia bingung untuk bagaimana ia bisa sampai ke tempat tujuan tersebut. Hingga suatu saat ia bertemu dengan Kim Man Seob seorang supir taksi yang mana ia satu-satunya supir taksi yang mengantar Peter ke tempat tujuan dengan segala kesusahan dan ia juga mau karena di bayar tinggi oleh Peter (penumpang asing).
Dengan banyak nya rintangan untuk bisa mengakses tempat tujuan akhirnya mereka sampai di Gwangju. Mereka yang sebelumnya tidak tahu apapun mengenai kejadian tersebut lalu mereka tercengang dengan keadaan masyarakat yang begitu menderita. Dan ini tidak diketahui sama sekali oleh masyarakat luar daerah tersebut. Dengan segala keberanian Peter dan Kim Man Soeb.
Maka keadaan di sana sempat mereka ambil beberapa video tentang kondisi masyarakat di Gwangju, lalu mereka berhasil menyebarluaskan berita ini. Dan mereka mendapat apresiasi yang sangat hebat dari masyarakat. Dengan jerih payah mereka banyak masyarakat yang bisa membantu menangani kasus yang selama ini ditutup oleh pemerintah. Yang mana masyarakat bisa mengetahui kasus begitu tidak keadilannya masyarakat Gwangju di lakukan oleh pemerintah. Dan sebelumnya saluran telepon dan komunikasi di Gwangju sengaja di putus oleh pemerintah.
Dari film ini kita bisa belajar bahwa dari media kita bisa mengangkat kejujuran yang begitu mulia. Karena kebohongan yang menyiksa haruslah dimusnahkan dengan kejujuran yang begitu mulia. Dan dari film ini, kita bisa belajar bahwa mengungkapkan sebuah kejujuran perlu perjuangan yang hebat untuk mendapatkannya.
Editor : Rindiani

