Suara Senyap dari Seorang Pembuli

- Advertisement - Pfrasa_F

 

(Foto/IMDb)

Peresensi: Intan Zhorifah

Cerita ini berdasarkan dari manga a silent voice yang ditulis dan diilustrasikan oleh Yoshitoki Oima. Animasi film ini bercerita tentang seorang anak yang baru pindah ke sekolah dasar yang normal sedangkan anak tersebut seorang tuna rungu. Shouko Nishimiya menggunakan buku catatan untuk bisa berkomunikasi dengan teman-temannya.

Karena Nishimiya pindah ke sekolah normal, akhirnya kelas Nishimiya mendapat mata pelajaran baru yaitu kelas bahasa isyarat yang dimaksudkan agar teman-temannya bisa berkomunikasi dengannya. Pada permulaannya, Nishimiya diterima oleh teman-temannya namun seiring berjalannya waktu, Nishimiya mengalami bullying dari teman-temannya dan salah satunya adalah Shoya Ishida.

Awalnya, Nishimiya menganggap perbuatan Ishida itu hanyalah ‘bercanda’ karena teman kelasnya juga ikut tertawa dan senang oleh kelakuan nakal Ishida. Dan tanpa sadar Ishida ‘mempermainkan’ Nishimiya tanpa rasa kasihan, mulai dari membentak telinganya yang tuli hingga membuang alat tulis juga alat bantu dengar Nishimiya ke kolam di sekolahnya.

Karena itu, ibu Nishimiya melaporkan kepada pihak sekolah bahwa alat bantu dengar Nishimiya sering rusak dan hilang. Ketika isu penindasan mencapai telinga kepala sekolah, Ishida ditunjuk sebagai pelaku utamanya. Ishida menyatakan bahwa beberapa temannya juga ikut mengganggu Nishimiya, tetapi mereka hanya diam dan menolak fakta bahwa mereka ikut terlibat dalam tindakan bullying itu.

Akhirnya, teman sekelasnya mulai menindas Ishida, seperti dengan perlakuan yang dia berikan kepada Nishimiya. Ishida dijauhin teman sekelasnya, dimasukkan ke kolam sekolah dan juga membuang alat tulis Ishida ke kolam. Ishida menyalahkan Nishimiya atas perlakuan yang didapatnya dan mereka berdua bertengkar. Nishimiya kemudian dipindahkan ke sekolah lain.

Sekarang mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, namun Ishida menjadi orang yang menolak interaksi sosial, dan mulai tumbuh untuk menerima masa lalunya sebagai hukuman. Dia mendapatkan perlakuan bullying dari orang sekitar namun status ‘pembuli’ tidak pernah lepas dari identitasnya.

Dengan penuh rasa bersalah dan kecemasan, Ishida menandai wajah orang-orang di sekitarnya dengan tanda X dan dia tidak bisa menatap mata mereka. Dia selalu berjalan menunduk dan menghindari kerumunan.

Lalu suatu hari, Ishida sengaja ingin bunuh diri karena dia menganggap sudah tidak artinya lagi untuk hidup. Karena itu, Ishida mengunjungi pusat bahasa isyarat untuk mengembalikan buku catatan Nishimiya yang sudah terendam air dengan harapan dia bisa menebus kesalahannya terdahulu. Namun adik Nishimiya ‘Yuzuru’ menganggap bahwa niat baik Ishida itu hanya sebatas candaan belaka. Ketika Ishida ingin bertemu dengan Nishimiya, Yuzuru selalu menghalangi dengan berbagai cara.

Silent of voice ini menyiratkan banyak hal. Mulai dari tindakan bullying yang terjadi di kehidupan nyata hingga mengubah sudut pandang kita terhadap kaum disabilitas. Memanusiakan manusia dengan cara yang benar dan bukan dengan cara yang berlebihan.

Ishida yang merupakan gambaran dari sosok manusia yang selalu dipandang sebelah mata oleh karena perbuatannya di masa lalu. ‘Cap’ yang menempel kepada dirinya itu membuat dia merasa bahwa kehidupannya sudah tidak berarti lagi. Sehingga dia memasang tanda X pada semua orang dan tidak peduli dengan keadaan disekitarnya.

Editor : Rindiani

- Advertisement -

Share article

Latest articles