Tapak Langkahku

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Shoope)
  • Judul : Tentang Waktu
  • Penulis : Tyas Effendi
  • Penerbit : Gagas Media
  • Tahun Terbit : 2015
  • Jumlah Hal : 268 halaman
  • ISBN :  979-780-790-8

Peresensi: Muhammad Alvridho Prayoga 

“Nada, dengarkan baik-baik. Semua yang ada di kehidupan ini berada di garis binary mindset manusia. Apapun yang ada di dunia ini pasti memiliki kebalikannya. Ada masa lalu, ada masa sekarang. Ada kenyataan, ada khayalan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Dan kehidupan yang saya jalani sekarang bukan masa tempat saya harus berada,” kata Reksa (halaman. 259)

Tentang Waktu merupakan novel yang membawa kita ke suasana Perang Bosnia Herzegovina tahun 1993 yang cukup mencekam. Suara tembakan bahkan ledakan menjadi latar dari kisah novel ini.

Tidak hanya tentang latar tempat dan waktu yang istimewa di dalam ceritanya. Namun, kekurangan tokoh utamanya  Nada yang mengidap achromatopsia atau buta warna sepenuhnya merupakan seorang illustrator. Tapi hebatnya, kekurangan dia bukanlah sebuah halangan untuk terus berkarya. Penggambaran sebagai seorang achromatopsia sangat berhasil diceritakan penulis. Pada bagian ini seperti memberiku pengalaman menjadi seorang buta warna.

Kisah ini dimulai ketika Nada kehilangan kekasihnya, Arsa. Namun, rasa kehilangan itu kurang berhasil ditransfer kepadaku. Dan, kisah singkat Nada dan Arsa juga kurang diperdalam.

Mungkin fokus penulis memang pada bagaimana cara Nada bisa melakukan perjalanan antar waktu, perang Bosnia, dan kisahnya dengan Reksa. Kalau begitu, mending nggak usah menuliskan kisah Arsa dan Nada. Biarlah kisah dimulai dengan pertemuan Nada dengan Pak Harswenda.

Novel ini diceritakan dengan POV orang ketiga. Rasanya, aku ingin mendengar kisah tentang Ayah Nada dan Pak Harsewenda saat membuat mesin waktu itu, termasuk alasan apa yang membuat Ayah Nada begitu semangat membuat alat tersebut. Memang, alasannya sudah sedikit dijawab. Namun, aku sangat ingin mendengar lebih. Sayang, Pak Hars cepat sekali pergi. Aku masih ingin merasakan peran Pak Hars lebih banyak sebenarnya.

Kisah perangnya pun kurang kental. Chemistry antara Reksa dan Nada pun kurang bisa dibangun dengan baik. Sebenarnya, aku merasa Reksa tidak jatuh cinta pada Nada. Reksa seperti sekedar menghargai perasaan Nada pada dirinya. Benar atau salah, itulah yang aku tangkap.

Namun, aku cukup bisa menerima penyelesaian dari novel ini. Bahkan, aku cukup terkejut dengan kemunculan Lella di masa kini, juga beberapa kejutan lainnya.

Bagi Anda yang suka dengan alur campuran, cinta, berlatar sejarah, konflik sosial/perang. Anda harus baca buku Tentang Waktu karya Tyas Effendi. Buku ini masuk para genre time traveler yang termasuk genre baru di Gagas Media. Anda akan diajak untuk konsentrasi, melatih rasa keingintahuan, dan belajar melihat sejarah dari sisi lain.

Editor: Khairatun Hisan

- Advertisement -

Share article

Latest articles