
- Judul : Jangan Lupa Bahagia, Jangan Bersedih Terlalu Lama
- Penulis : Ipnu R Noegroho
- Penerbit : Mueeza
- Tahun Terbit : 2018
- Cetakan : Cetakan I
- Tebal Buku : 360 halaman
Penulis: Nur Rizky Arini Lubis
“Yakinlah ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana (karena keindahannya) sehingga kau terlupa pedihnya sakit hati” (Ali bin Abi Thalib) (hal 44)
Kebahagiaan adalah keinginan dan kebutuhan semua orang. Karena hal itulah, banyak orang mulai melakukan berbagai hal untuk membuat dirinya bahagia. Sayangnya, semua orang punya standar yang berbeda-beda tentang kebahagiaan.
Bagi mereka yang bahagia secara duniawi, mereka akan mengejar dunia. Tapi, bagi mereka yang bahagia secara akhirat, mereka kan memperbanyak ibadah dan amal saleh agar mereka bisa bahagia di kehidupan yang akan datang nanti.
Sedih dan bahagia adalah dua hal yang tak terpisahkan di dalam hidup ini. Sebab itu, ingatlah satu hal bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Janji Allah itu nyata, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menerima bahagia-Nya.
Buku ini mempunyai 45 judul bab, yang di mana tiap judul pembahasan sangat berkaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan kita di dunia ini. Mulai dari masalah kehidupan sampai niat untuk di hari akhir kelak. Penulis mengulik semuanya di dalam buku ini.
Buku yang ditulis oleh Ipnu ini berisi tentang sedih dan bahagia adalah hadiah dari Allah. Kebahagiaan itu bukan hanya dari satu sisi saja, melainkan ada banyak kebahagiaan dari sisi yang lain. Setiap hamba-Nya juga bisa mendapatkan kebahagiaan dengan berbagai cara. Sebab itulah penulis menuangkannya dengan bahasa yang santai agar pembaca lebih terbawa dalam zona buku ini.
“Berganti Hari, Berganti Hati” adalah salah satu judul yang menarik perhatian penulis. Penulis menerangkan kebencian yang timbul akibat kesedihan tidak ada gunanya. Beliau juga menghipnotis pembaca dengan penjelasnya tentang dahsyatnya maaf-memaafkan antar sesama muslim.
“Islam bukanlah agama kebencian. Islam bukanlah agama yang mengajarkan sifat egois. Islam bukanlah agama yang mengajarkan blokir-blokiran, delete contact, unfriend, unfollow, atau memutuskan ikatan. Islam bukanlah agama yang mengajarkan rasa dendam, saling mendiamkan, dan saling membenci. Bahkan Islam sangat melarang seseorang mendiamkan orang lain selama lebih dari tiga hari”. (hal 46)
Berganti hari coba dengan hati yang bersih. Tidak terselip kebencian apapun atas apapun. Seperti pertama kali kita terlahir di dunia ini, dianugrahkan hati yang suci. Hati yang di dalamnya hanya ada cinta dan kasih sayang yang dititip Allah subhanahu wa ta’ala.
Bagi sebagian orang mengganti suasana hati tiap harinya adalah hal yang tidak mudah. Namun, dalam buku ini penulis berusaha meyakinkan pembaca bahwa tiap yang ikhlas kita lakukan pasti akan memberi efek yang baik untuk kita. Pun begitu jika sebaliknya kita lakukan di dunia ini.
Buku Islami ini memiliki daya tarik dimulai dari sampulnya yang berwarna biru hingga di dalam buku ini juga dicantumkan hadist pada tiap pokok permasalahannya. Walau desain sampulnya yang simpel, namun huruf pada tulisan jangan lupa bahagia ini memberikan kesan tegas kepada yang ingin membacanya. Penyajian desain tiap bab baru juga dibuat berbeda dan menarik. Meskipun isi buku ini tidak begitu berwarna, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa penasaran pembaca tentang buku ini.
Tidak lupa juga Ipnu meletakkan berbagai solusi dari permasalahan hidup manusia dengan bahasa yang santai dan halus. Buku ini sangat direkomendasikan untuk remaja yang cara berpikirnya masih labil tentang menjalani hidup. Semoga kita didatangkan kebahagiaan di waktu yang cepat.
Editor: Nurul Liza Nasution

