Belajar dari Rasa Kecewa

- Advertisement - Pfrasa_F
Seorang anak yang sedang berdoa. (Foto/Ilustrasi/wallpaperscraft.ru)
- Advertisement - jd

Penulis: Miftahul Zannah

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang beriman.”

(Q.S AL-Imran : 139)

Membersihkan dengan cara tazkiyatul qalbi (pembersihan hati) adalah salah satunya dengan istighfar, perbanyak istighfar supaya nanti kalau kita ada masalah, lagi kecewa, lagi disakiti, kita bilang wajibun ya jabbar Allah hibur kita saat kita lagi dihibur oleh Allah. Apa yang allah perlakukan kepada kita itu rasanya enak dari pada habis-habisan dihibur kita tidak merasa, ibarat Allah sudah mengirim pesan kepada kita secara langsung tapi tidak dibaca-baca sama kitanya, terus nanti kita menuding tak dibalas-balas. Maka Allah mengatakan “Aku dekat sama kamu.”

Baca juga: Benahi Layanan Website UIN SU

Panggil Allah dengan lembut, jadikanlah kata Allah sebagai kata favorit, jangan ketika kamu sedih saja ingat sama Allah terus kalau sedang bahagia lupa dengan Allah. Seimbangkan rasa pecaya kita kepada Allah ketika sedang merasa kesusahan begitupun ketika sedang senang. Supaya kesenangan yang Allah berikan itu menjadi berkah dan tidak sia-sia. Sebaliknya, nikmat dan kesenangan yang Allah kasih kita sia-sia akan jadi musibah maka, kita butuh Allah untuk menuntun kita mengalokasikan rezeki serta nikmat itu ke hal yang baik. Misal fa ammal-yatima fa la taq-har (terhadap anak yatim janganlah engkau sewenang-wenang), dan al-hakumut-takasur (bermegah-megahan telah melalaikan kamu).

Baca juga: Berbeda Budaya dan Agama, Disatukan Bhineka Tunggal Ika

Ketika kita merasa kecewa, kecewa yang tiba-tiba datang tanpa sebab oleh bisikan setan “yuwaswisu fi sudurin-nas” (membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia), terus menerus mengusik hati maka, panggil Allah. Namun, kalau di kalangan para pemuda zaman ini, ketika sedang bersedih mereka menghabiskan waktu dengan ngobrol di warung kopi, nonton, main, dan juga jalan-jalan. Kita seperti meminta untuk diberikan hiburan dan kita mengadu padanya. Lantas, bagaimana kalau kita mengadu kepada Allah dan bagaimana kita dihibur Allah? Maka, jadikanlah salat sebagai hobi, karena dengan salat hati tidak akan mudah kecewa. Dan bagaimana seharusnya kita menghadapi nya?

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan kerjakanlah sholat dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusuk.” (Q.S Al-Baqarah : 45).

Baca juga: Mendikbud Luncurkan Kebijakan Baru, Apa Komentar Mahasiswa UIN SU?

Segala perbuatan dan tindakan yang kita kerjakan setiap harinya adalah tergantung kepada kita, sebaik mana kita memposisikan perbuatan yang baik dan yang buruk. Maka jadilah seorang yang dapat menyeimbangkan mana yang hak dan batil. Karena tujuan dari kita selama di dunia adalah mendekatkan diri kepada Allah. Karena rida dari Allah sangatlah indah dan membuat hati menjadi tenang serta tentram. Ingat teman-teman, tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk menjadi orang yang memiliki karakter islami dan berusaha menjadi orang yang baik dalam menyempurnakan agamanya.

Editor : Ayu Wulandari Hasibuan

- Advertisement - DOP

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles