Keluhkan Harga Pangan Naik di Perayaan Hari Besar, Pengamat: Sudah Lumrah

- Advertisement - Pfrasa_F
Pembeli memilih sayuran di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Senin (14/12/2020). (Foto/ANTARA)

Medan, Dinamika Online – Masyarakat keluhkan kenaikan harga-harga pangan memasuki perayaan hari besar. Masalah ini membuat pedagang, pembeli dan petani kewalahan menentukan untung rugi. Tingginya permintaan pangan menjadi tolok ukur penyebab lonjakan agenda rutin tahunan dalam setiap perayaan hari besar, Selasa (28/12).

Sunarji Harahap, M.M. selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU menjelaskan adanya perubahan pada permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi yang dikenal dengan istilah konsep elastisitas permintaan dan penawaran. “Sudah lumrah jika di hari besar tinggi permintaan pangan sehingga menyebabkan harga pangan naik. Selain itu, adanya mafia perusahaan besar yang sengaja membeli ke pengecer dan menimbun bahan pangan tersebut agar sulit dijumpai di pasar sehingga harga naik,” jelasnya.

Sunarji juga menjelaskan bahwa naik turunnya harga bahan pangan sudah pasti memengaruhi perekonomian Indonesia. “Jika harga pangan naik bisa menyebabkan inflasi. Karena tidak berjalan sistem jual beli yang efektif dan menyebabkan uang yang beredar sangat rendah,” tambahnya.

Lebih lanjut, seorang petani cabai mengatakan kalau iklim juga memengaruhi jumlah panen dan menyebabkan kenaikan harga. “Kalau sering hujan, tanaman terendam dan menjadi rusak atau busuk. Kalau terlalu panas jadi keriting dan kurang bagus,” ujar Siti Arafah.

Tak hanya petani saja yang merasa hal tersebut memengaruhi kenaikan harga, para pembeli yang ingin menjual bahan pangan juga merasa rugi akibat dampaknya. “Makin rugi. Hanya jual modal saja,” papar Lina.

Sementara itu, Aswani dalimunthe mengeluhkan bahwa dengan kondisi saat ini, banyak konsumen yang biasanya membeli dari pedagang-pedagang kecil juga merasa keberatan. “Semua mahal. Saya berharap supaya harga bahan pangan segera menurun karena sudah banyak yang mengeluh dengan tingginya bahan pangan lain,” jelas pedagang itu.

Reporter : Indah Yani dan Putri Oktavia

Editor      : Yaumi Sa’idah

- Advertisement -

Share article

Latest articles