
Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi Satgas Penanggulangan Covid – 19, Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir memastikan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat hingga bidan akan diprioritaskan mendapat vaksinasi pertama saat vaksin Covid-19 siap digunakan, awal tahun 2021. Hal itu dinyatakan Erick Thohir usai mengadakan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kantor Kementerian BUM, Jakarta, Sabtu (5/9).
“Selain banyak hal yang kami diskusikan, inti pertemuan ini kami memetakan semua tenaga kesehatan, dokter, dan perawat yang akan mendapatkan imunisasi pertama saat vaksin siap digunakan awal tahun depan dan juga menjadi garda depan dalam melakukan imunisasi massal,” ujar Menteri Erick Thohir, dalam jumpa pers yang didampingi Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih dan Ketua PPNI, Harif Fadhillah.
Erick juga berujar, vaksin yang akan dikembangkan akan dinilai keefektifannya terlebih dahulu, “Selain itu, akan ada tim khusus dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 yang bertugas untuk menilai vaksin dengan bekerjasama bersama IDI dan Kemenkes. Hal ini bertujuan agar penggunaan vaksin bisa tepat sasaran dan efektif, mengingat keterbatasan di tahap awal saat vaksin ini siap digunakan,” lanjutnya.
Selain itu, Erick juga mengungkapkan pertemuan tersebut juga membahas perbaikan proteksi dari tenaga medis Indonesia, “Kami membahas bagaimana memperbaiki proteksi bagi dokter dan perawat. Akan diatur kembali pedoman dan pelaksana di lapangan agar ada perbaikan dan kasus tenaga medis yang terdampak akan bisa ditekan. Intinya, protokol keselamatan dan proteksi dokter serta perawat harus mendapat perhatian serius agar tingkat resiko mereka gugur dalam tugas bisa ditekan,” tambah Menteri Erick Thohir.
Lebih lanjut, Nurul Hasanah salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan B.Inggris semester ll universitas Islam Negeri Ar-Raniry, mengutarakan bila KPCPEN mengutamakan tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin adalah keputusan yang baik dan sangat tepat, “Menurut saya keputusan tersebut sangatlah baik dan tepat. Karena seorang tenaga medis mempunyai peran besar dalam pemutusan rantai Covid-19 ini. Dengan terjaganya para tenaga medis selain untuk mengurangi kasus meninggalnya mereka juga bisa membuat masyarakat lebih tenang ketika harus berhadapan langsung dengan dokter dan rumah sakit,” tuturnya saat di wawancarai via WhatsApp.
Reporter : Adwar Pratama dan Indah Yani
Editor : Amelia Pratiwi

