Mahasiswa Kota Medan Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Dinamika)

Medan, Dinamika Online – Setelah UU Cipta Kerja disahkan pada sidang paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senin (5/10), para mahasiswa di Kota Medan menggelar aksi menolak pengesahan tersebut pada Selasa (6/10) pukul 16.30-19.00 WIB. Aksi ini dilakukan dari Institut Teknologi Medan (ITM) menuju bundaran SIB (Sinar Indonesia Baru) dengan jumlah 20 peserta aksi, Selasa (6/10).

Rozi Efrial selaku koordinator aksi membeberkan motif terlaksananya aksi karena sebuah ketidakadilan. “RUU Omnibus Law sebagaimana yang kita ketahui tanggal 5 Oktober kemarin itu disahkan. Ide aksi ini sebenarnya responsif, jadi orang bergerak karena melihat ada ketidakadilan. Jadi, untuk harapanku ke depan ya maulah masyarakat semuanya sadar. Sadar dalam artian bergerak sama-sama lakukan sidang rakyat atau apa pun itu, bagaimana supaya Omnibus Law itu dicabut segera,” terangnya.

Lebih lanjut, Rozi juga mengujarkan bahwa ke depan pasti akan ada aksi lagi. “Untuk ke depan aksi pasti ada karena memang harus mati-matian. Kadang untuk kita bergerak di jalan, kita berarti siap menerima risikonya. Ingat, kita bergerak tujuannya mencabut UU Omnibus Law. Setelah itu apa yang akan kita lakukan? Di saat itu berarti kita menang, tapi masih banyak isu-isu lainnya,” tegasnya langsung kepada salah satu Reporter LPM Dinamika UIN SU.

Beralih kepada salah satu peserta aksi yang juga ikut diwawancarai mengatakan bahwa, UU tersebut berdampak negatif bagi masyarakat. “Tentang bagaimana kondisi pejabat yang hanya mendukung pemodal-pemodal berinvestasi di Indonesia, sementara semua sektor di masyarakat terkena dampak negatif dari UU Omnibus Law yang disahkan barusan. Ini penipuan sekalian pembodohan publik karena kondisi krisis,” ungkap Naldi.

Diakhir wawancara Naldi menuturkan harapannya. “Harapanku masyarakat Indonesia disadarkan dan sadar tentang apa yang terjadi sekarang dan semua orang itu guru, saling belajar, saling mengajari. Jadi, musyawarah untuk mufakat itu nyata,” pungkasnya.

Reporter : Adwar Pratama dan Deddy Irawan

Editor      : Ayu Wulandari Hasibuan

- Advertisement -

Share article

Latest articles