Masa Pandemi, Waktunya Meningkatkan Kemampuan Diri

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

 “Pengembangan diri diawali dengan mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Jika kita sudah mengenal diri kita, maka kita akan dengan mudah meningkatkan kemampuan diri.”

Kira-kira begitulah sepenggal kutipan penyampaian materi oleh salah satu pembicara webinar psikologi yang digelar para mahasiswa dari Fakultas Psikologi, Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, pada Selasa (9/2). Kegiatan yang digelar melalui Zoom tersebut diikuti 815 peserta dari berbagai kalangan.

Tepat pada pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai. Webinar yang mengusung tema “Ugrade Diri di Masa Pandemi. Why Not ” langsung dibuka oleh ketua pelaksana yang berharap kegiatan dapat memberikan manfaat. “Kegiatan ini sengaja kami siapkan untuk semua kalangan, sehingga mahasiswa, pelajar, pekerja, maupun kalangan umum bisa mengikutinya. Semoga webinar ini, nantinya dapat memberikan pemahaman kepada kita tentang seberapa pentingnya proses upgrade diri di masa pandemi dan apa saja manfaatnya. Untuk itu mari kita buka kegiatan ini dengan ucapan basmalah,” ucap Zulfikar Alif Mardiansyah.

Selanjutnya ada kata sambutan dari Drs. Tri Budi Marwanto, M.M., Psikolog. selaku dekan Fakultas Psikologi, UHT. Dalam penyampaiannya, Budi mengingatkan mahasiswanya dan peserta lainnya untuk meng-upgrade diri. “Kalau kita flashback ke belakang, segala aspek kehidupan selama masa pandemi ini banyak sekali mengalami perubahan. Mulai dari aspek kesehatan, keagamaan, pendidikan, dan lainnya. Sekarang segalanya serba daring, serba canggih. Makanya kita sangat butuh beradaptasi, melakukan upgrade diri. Agar tidak semakin kesulitan di masa pandemi,” tuturnya.

Usai kata sambutan, kegiatan berpindah arahan dari MC ke moderator. Kali ini Frigate Andy Ariyan yang merupakan Finalis Putera Indonesia atau finalis Raka dalam ajang Raka-Raki Jawa Timur 2019 yang memandu. Dengan meriah ia mempersilakan pembicara pertama, yaitu Rodiyah untuk menyampaikan materinya. Dengan semangat pula, Rodiyah memaparkan tentang “Self- Efficacy Mahasiswa dalam Mengembangkan Diri.”

Menurutnya, meski pandemi kita harus tetap meningkatkan kemampuan diri. Meski ada banyak sekali tantangan yang kita hadapi dalam proses meng-ugrade diri di masa pandemi. Antara lain seperti time management yang kurang, banyaknya saingan, kurang percaya diri, suasana hati sering berubah-ubah, ruang gerak yang terbatas, permasalahan komunikasi, rasa malas dan sering bermain gawai, kurang dukungan dari orang tua atau teman, susah mencari lowongan kerja/magang, hingga waktu kuliah daring yang padat dan tugas yang menumpuk. Namun, kita tetap bisa meng-upgrade diri jika memiliki self- efficacy yang baik.

“Kita tetap bisa meng-upgrade diri caranya dengan memanfaatkan self- efficacy yang kita punya. Apa itu self- efficacy ? keyakinan induvidu dalam mengevaluasi kemapuan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan, mengatasi hambatan dan menyelesaikan tugas tertentu. Dengan kata lain, jika kita tahu apa saja kemampuan yang kita punya, dan apa kekurangan kita maka kita akan tahu apa yang perlu di upgrade dari diri kita,” jelasnya.

Mahasiswa sekaligus juara 1 Psychodebate Psikologi UHT 2019 itu turut menambahkan untuk meningkatkan self- efficacy diperlukan tiga strategi yaitu level, generality, dan strength. Keadaan di mana kita mengetahui tingkatan kemampuan kita secara umum dan kita meyakini ada kekuatan besar atau kemampuan yang unggul di dalam diri kita untuk bertahan ataupun melakukan usaha meski banyak kesulitan ataupun hambatan yang menghalangi kita dalam mencapai keberhasilan.

Adi Triawan Putra, pembicara kedua yang membawakan materi “Produktivitas Mahasiswa Wujud Aktualisasi Diri” mengingatkan pengembangan diri diawali dengan mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Jika kita sudah mengenal diri kita, maka kita akan dengan mudah meningkatkan kemampuan diri. Menurutnya, lingkungan memang berperan besar membentuk pribadi seseorang. Namun, semuanya kembali kepada diri kita sendiri.

“Jadi perlu diingat di lingkungan yang baik pun saat diri kita tidak baik, maka kita sulit masuk di lingkungan yang baik tersebut. Seluruhnya kembali kepada diri kita, maka dalam produktivitas ini kita akan membahas self management atau menajemen diri, sehingga ketika kita  masuk ke lingkungan manapun kita dapat mengontrol diri kita untuk tidak terikut hal-hal negatif, sehingga kita tetap positif, produktif, dan sebagainya,” ucap Adi.

Menurut Adi, manajemen diri adalah proses mengubah totalitas diri yang mencakup intelektual, emosi, spiritual dan fisik. Nah dari 4 faktor ini, mungkin kita cukup meluangkan perhatian pada fisik kita, tapi kebanyakan dari kita di masa pandemi ini jarang memikirkan hal psikis padahal keempat hal ini perlu diseimbangkan. Artinya, kesehatan fisik saja tidak cukup harus diimbangi dengan kesehatan mental atau psikis.

Kegiatan webinar ditutup pada pukul 11.50 WIB dengan applause virtual dan foto bersama dari seluruh peserta.

Reporter : Anisa Rizwani dan Putri Oktavia

Editor      : Khairatun Hisan

- Advertisement -

Share article

Latest articles