
Medan, Dinamika Online – Dalam rangka merayakan dies natalis ke-XVI LPM Waskita Universitas PGRI Ronggolawe gelar seminar nasional yang bertemakan “Peran Media di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0” dengan mengundang dua pemateri yakni Avit Hidayat, S.I. Kom seorang staff redaksi Tempo dan Januar Adi Sagita, S.IAN seorang editor Tribun Jawa Timur. Seminar ini dilaksanakan via WhatsApp mulai pukul 13.00 sampai 15.00 WIB, Jumat (18/9).
Avit Hidayat, sebagai pemateri pertama menuturkan salah satu tugas jurnalisme itu menapis informasi bohong dengan cara kurasi. “Jurnalisme itu bertugas menapis informasi bohong dengan cara kurasi atau disiplin verifikasi, nah satu metodologi yang sederhana untuk melakukan kurasi itu melalui silogisme yakni proses penarikan fakta melalui premis-premis kemudian menjadi kesimpulan,” tuturnya.
Kemudian dalam pemaparan oleh pemateri kedua Januar Adi Sagita menjelaskan peranan media di era revolusi industri 4.0. “Beberapa peranan media di era revolusi industri 4.0 harus menjadi pemecah solusi bukan hanya sebagai penyampai informasi, media harus mengingat kembali perannya bahwa media harus tetap melayani manusia bukan hanya mesin pencari google, lalu media juga harus bisa berempati agar terus bisa menyampaikan informasi tapi juga tetap menjaga humanisme pembaca,” jelasnya.
Gabril Shania, selaku Bendahara Umum LPM Waskita menyampaikan tujuan pelaksanaan seminar nasional ini agar masyarakat mengerti mengenai peran media di era revolusi 4.0. “Banyak yang ingin tahu bagaimana peran media serta bagaimana pandangan masyarakat pada saat industri era revolusi 4.0. Untuk itu kami melaksanakan kegiatan seminar ini yang bertepatan sekali dengan dies natalis LPM Waskita,” ucapnya.
Gista Neli Mariskha, seorang peserta seminar mengungkapkan sangat senang dan antusias dalam mengikuti seminar. “Senang banget dan sangat antusias, karena kebetulan saya juga menyukai jurnalistik. Bisa dapat tambahan ilmu juga dari dua narasumber sekaligus,” ungkapnya.
Reporter: Jihan Fadhilah Taher dan Muhammad Haris
Editor : Miftahul Zannah

