Satu Tahun, DEM Sumut Teken MoU dengan Pesantren Tertua di Pulau Sumatera

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online – Dalam memperingati  hari jadinya yang pertama, Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan syukuran bersama santri di Pondok Pesantren Mustafawiyah, Purba Baru, Mandailing Natal. Tak hanya syukuran, kegiatan yang berlangsung pada  25 Desember 2020 itu juga mengahasilkan MoU “Pejuang Kedaulatan Energi” antara DEM Sumut dan Pesantren Mustafawiyah, Minggu (27/12).

DEM sendiri merupakan segenap pemuda yang terus berupaya memperjuangkan kedaulatan energi di suatu wilayah, salah satunya adalah wilayah Sumut. Maka pada perayaan miladnya bersama santri, DEM Sumut mengangkat tema “Synergy Santri for Energetic Intellect”. Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Guru, aktivis mahasiswa dan 150 santri dari pondok Pesantren Musthafawiyah. Dan untuk mengoptimalkan tema tersebut DEM Sumut menghadirikan 2 pemateri.

H.Ahmad Nurdin Nasution selaku salah satu pemateri dengan judul Menjaga Lingkungan Hidup Dalam Prospektif Islam mengatakan baik buruknya tingkah laku manusia dipengaruhi lingkungan sekitarnya.

“Dalam menentukan baik atau buruknya suatu tingkah laku, akal harus bisa mengontrol nafsu dan pastinya hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan di sekitar. Jadi, selaku pemuda yang peduli akan energi kita harus dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut. Pastinya kita mendapat makan dari dalam tanah, hal ini membuktikan bahwa manusia sangat tergantung dengan alam,” ujar pemateri yang juga merupakan Dewan Guru tersebut.

Pernyataannya itu juga diperkuat dengan penyampaian materi kedua oleh seorang pemuda pejuang energi yaitu Bagus Arif Pratama, dengan judul materi yaitu Peranan Santri Akan Kedaulatan Negeri, yang mengingatkan santri tentang cara menjaga kedaulatan negeri.

“Ketika kita sudah dibekali dengan ilmu yang kuat, maka kita harus siap untuk membangun bangsa yang lebih bermartabat. Untuk menjaga kedaulatan energi kita harus memperhatikan dua aspek. Pertama adalah bagaimana akan cara yang tepat dalam pengelolaan energi. Kedua adalah bagaimana cara kita memanfaatkan energi secara tepat dan bijak,” jelas Bagus dalam pemaparannya.

Selain itu pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga penandatanganan kesepakatan pejuang kedaulatan energi, yang ditanda tangani langsung oleh Raden Haitami Abduh selaku Presiden DEM Sumut dan H. Muklis Lubis, S,Pd.I selaku Sekretaris Musthafawiyah. Dengan harapan DEM Sumut dan Pondok Pasantren Musthafawiyah dapat berkolaborasi dalam mewujudkan kedaulatan energi di Sumut. MoU tersebut diakhiri dengan doa bersama dan potong tumpeng sebagai bentuk simbolis dari kebudayaan Indonesia.

Selanjutnya kegiatan ditutup dengan sambutan Presiden DEM Sumut, Raden Haitami Abduh, yang menyatakan bahwa acara tersebut sebagai bentuk resmi untuk melestarikan adat di Indonesia serta mengembalikan peran santri dalam kaidah yang seusai.

“Dalam acara pemotongan tumpeng ini adalah bentuk resmi sekaligus melestarikan adat di Indonesia. Kita berusaha mengembalikan peran dari santri itu sendiri. Semoga DEM Sumut dan Pondok Pasantren Musthafawiyah dapat terus memegang teguh perjuangan dan niat tulus dalam mengawal kedaulatan energi di Sumatera Utara, selain itu besar harapannya akan terjadi suatu ikatan khusus dalam membentuk kerjasama antar aktivis di Mandailing Natal,” ujarnya penuh harap.

Reporter : Risma Dona Siregar dan Anisa Rizwani

Editor      : Amelia Pratiwi

- Advertisement -

Share article

Latest articles