Taklim Jurnalistik Adakan Diskusi Daring: ‘Muslim Wajib Menulis’

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online – Taklim jurnalistik adakan diskusi daring via grup WhatsApp dengan mengusung tema “Menulis Sebagai Keabadian”. Diskusi ini diisi oleh Fathin Rabbani Sukmana sebagai pemateri yang diikuti oleh 438 peserta, Minggu (16/8).

Pemateri memaparkan bahwa menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang Muslim. “Menulis adalah sebuah kewajiban bagi seorang Muslim seperti yang tersirat dari makna surah Al-Qalam ayat 1. Menulis juga bagian dari ilmu pengetahuan yang banyak disebutkan di dalam Alquran,” paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan menulis dapat menjadi pengikat ilmu. “Menulis adalah kegiatan yang dapat mengikat ilmu. Jika menulis sendiri adalah untuk mengikat ilmu yang kita dapat, maka menulis untuk media adalah untuk mengikat ilmu serta menyebarkan kepada orang banyak,” tambahnya.

Presty Zulianingsih selaku Humas dari pusat taklim jurnalistik dan komunitas TAKTIK menjelaskan tujuan dari kajian ini. “Kajian atau kegiatan komunitas ini mengacu pada proses kaderisasi jurnalis Muslim non-hoaks. Kami ingin menghadirkan lebih banyak sosok jurnalis Muslim atau media Islam untuk menyampaikan informasi yang benar, tepat dan sesuai fakta yang ada. Maka dari itu, komunitas TAKTIK hadir di kalangan penulis pemula maupun berpengalaman untuk dikader menjadi jurnalis Muslim dalam memperjuangkan dakwah bil qalam,” jelasnya.

Rosi Yulianti sebagai salah satu peserta menuturkan tanggapan dan harapannya setelah mengikuti diskusi taklim jurnalistik ini. “Semoga peserta yang mengikuti kajian ini menjadi orang yang sukses dan menjadi orang-orang yang berguna. Manfaatkan hobi dengan sebaik mungkin dan jangan ragu dalam menunjukkan bakat yang ada pada diri sendiri,” tuturnya.

Reporter : Dira Azzarah Putri dan Anita Sari

Editor      : Yaumi Sa’idah

- Advertisement -

Share article

Latest articles