Tolak UU Cipta Kerja, Aksi Unjuk Rasa di Medan Berakhir Ricuh

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan/Putri Chairunnisa)

Medan, Dinamika Online – Unjuk rasa tolak pengesahan UU Omnibus Law dan Cipta Kerja hari ketiga berlangsung ricuh. Para demonstran terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga–jaga di Gedung DPRD Medan, Jumat (9/10).

Kericuhan dimulai setelah demonstran yang merupakan gabungan dari mahasiswa, pelajar, dan buruh melakukan orasi di depan kantor DPRD Medan. Dinilai tidak kondusif, aparat kepolisian mulai memyiramkam water canon dan menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Bentrokan dan kejar–kejaran antar aparat kepolisian dengan demonstran tidak dapat terhindarkan hingga pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kericuhan ini, namun sejumlah demonstran mengalami luka dan sesak napas.

Menurut kesaksian salah satu demonstran berinisal SN, kericuhan dipicu tindakan anarkis dari pelajar STM. “Anak–anak STM itu yang buat ulah duluan. Dilemparnya batu ke arah Gedung DPRD, padahal masih belum selesai orasi,” ungkapnya.

Kesaksian lain yang dinyatakan oleh satu demonstran lain berinisal AH menyebut, tidak semua demonstran terlibat kericuhan. “Buruh gak ada ikut rusuh, mahasiswa sebagian, kebanyakan yang terlibat pelajar sama pengangguran,” tuturnya.

Reporter : Adwar Pratama dan Muhammad Alvridho Prayoga

Editor      : Nurul Liza Nasution

- Advertisement -

Share article

Latest articles