
Aceh Timur, Dinamika Online – Ratusan massa yang terdiri dari beberapa organisasi dan mahasiswa melakukan aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja. Massa yang memadati kantor DPRK Aceh Timur sempat saling dorong dengan aparat yang berjaga, Senin (12/10).
Aksi saling dorong terjadi saat massa mencoba untuk masuk ke dalam kantor DPRK Aceh Timur, para aparat yang sudah berjaga mencoba menghadang dan menghalau massa dengan membuat pagar betis serta melakukan tembakan gas air mata.
Menurut kesaksian salah satu demonstran berinisial RIP, ia mengungkapkan bahwa kondisi mulai memanas diakibatkan ada massa demonstran yang melempar batu. “Selang beberapa saat setelah aksi saling dorong, dalam kawanan massa dari belakang seperti ada orang yang melempar batu ke arah aparat,” ungkapnya.
Massa berharap lembaga legislatif dan eksekutif Aceh Timur dapat mengambil sikap dalam menolak UU Cipta Kerja (Omnibus law). “Dengan disahkannya UU Omnibus law dapat mengesampingkan UUPA yang lahir karena tetesan darah perjuangan para syuhada Aceh. Karena itu, kami memohon kepada lembaga legislatif dan eksekutif Aceh Timur mengambil sikap untuk menolak omnibus law,” teriak massa yang tengah berorasi.
Reporter : Riski Maulana & Havez Ababil
Editor : Khairatun Hisan

