Jokowi: Masyarakat Harus Sadar Membatasi Diri

- Advertisement - Pfrasa_F
Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk mengindahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disahkan oleh pemerintah Republik Indonesia, Kamis (14/5).

Jokowi menjelaskan bahwa PSBB dirancang agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan skala rendah di tengah pandemi Covid-19. “Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi. Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar,”  jelasnya.

Orang nomor satu di Indonesia ini juga mengeluarkan himbauan karena masih banyaknya kerumunan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai, Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa persentase kasus positif Covid-19 memiliki kurva yang fluktuatif. “Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” ungkapnya.

Diah Mawaddah, seorang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya mengatakan PSBB yang dikeluarkan pemerintah adalah keputusan yang baik karena maksud pemerintah agar memutus rantai Covid-19 ini. Oleh sebab itu kita sebagai masyarakat harus mentaati peraturan presiden. “Menurut saya itu keputusan yang baik, agar memutuskan rantai Covid-19 sendiri. Jadi kita memang seharusnya mentaati peraturan presiden,” ujarnya.

Reporter : Adwar Pratama dan Jihan Fadillah Taher

Editor      : Rindiani

- Advertisement -

Share article

Latest articles