
Medan, Dinamika Online – Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) telah melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Maba stambuk 2020. PBAK tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti sebanyak 307 peserta, Selasa (20/10).
Prof. Dr. H. Katimin, M.Ag, selaku Dekan FUSI mengenalkan profil fakultas dalam kata pengantarnya. Ia menjelaskan pembagian lima program studi, yaitu Ilmu Al-qur’an dan Tafsir, Pemikiran Politik Islam, Studi Agama-agama, Ilmu Hadis, serta Aqidah dan Filsafat Islam.
Katimin juga menjelaskan pentingnya FUSI dalam berdirinya universitas islam negeri, sebab mengajarkan ilmu-ilmu pokok dalam agama di setiap prodinya. “Ilmu-ilmu pokok keislaman yang ada memang, ya di Ushuluddin, makanya Ushuluddin apapun ceritanya menjadi bagian pokok berdirinya IAIN atau UIN. Jadi kalau gak ada Usuludin, bisa dikatakan UIN bubar,” ungkapnya.
Terakhir, ia menyakini bahwa mahasiswa baru bisa disiplin, sehingga bisa tepat waktu wisuda dan membanggakan orang tuanya. “Itulah barangkali pengantar dari saya. Adik-adik sekalian kalau kuliah dengan serius dan diikuti tahapan-tahapannya, saya yakin akan tepat waktu dan menjadi mahasiswa dambaan orang tua dan masyarakat,” katanya
Alya Rahma, sebagai salah satu peserta mengapresiasi kegiatan tersebut meskipun terdapat beberapa kendala. “Zoom yang sebelumnya dijadwalkan jam 08.00 WIB, diundur sekitar setengah jam karena kendala sinyal. Alhamdulillah banyak manfaat yang kami dapatkan. Walaupun PBAK kali ini dilakukan daring dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi cukup memberi kesan bagi kami,” ujarnya.
Reporter : Hijrah Alkhoir dan Havez Ababil
Edit : Ayu Wulandari Hasibuan

