Peringati Sumpah Pemuda, Aliansi Mahasiswa UIN SU Gelar Deklarasi Damai

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto/Dok. Panitia)

Medan, Dinamika Online – Aliansi Mahasiswa UIN SU menggelar deklarasi damai dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai imbauan kepada seluruh mahasiswa Sumatera Utara untuk tidak mudah terprovokasi terkait kisruh penolakan UU Omnibus Law di Medan, Selasa (2/11).

Deklarasi damai ini mengangkat tema, “Peran Mahasiswa dalam Menjaga serta Menciptakan, Situasi Aman dan Kondusif di Wilayah Sumatera Utara Menjelang Pilkada Serentak Tahun 2020”. Dalam hal ini, sekretaris presiden mahasiswa UIN SU Fuad Luthfi mengatakan bahwa, deklarasi tersebut sangat penting untuk meminimalisir tindakan anarkis dari mahasiswa.

“Untuk mengantisipasi kejadian serupa, maka seluruh mahasiswa UIN SU yang di wakilkan oleh seluruh Mahasiwa UIN-SU menggelar deklarasi damai menolak dan mengecam aksi anarkis saat ada unjuk rasa,” ujar Fuad.

Ia juga mengatakan bahwa, deklarasi ini menyikapi terjadinya aksi anarkis pada demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja beberapa hari lalu di sejumlah wilayah Tanah Air. Hal itu mengundang keprihatinan bagi seluruh elemen masyarakat Sidoarjo yang pada akhirnya menggelar deklarasi damai. “Kami menolak cara-cara penyampaian aspirasi dengan cara anarkisme, karena pasti ada penunggang gelap dalam anarkisme,” tambahnya.

Di sisi lain, Anshari sebagai mahasiwa Prodi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mengatakan bahwa, deklarasi tersebut dilaksanakan untuk menekankan kepada mahasiswa bahwa tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi adalah hal yang salah.

“Kita demo tidak salah, karena sudah diatur di UU No. 9 Tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Nah, deklarasi ini diadakan untuk kembali menunjang semangat mahasiswa dalam memperingati Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Deklarasi ini juga meminta mahasiswa untuk selalu menjaga kamtibmas karena sebentar lagi Indonesia akan melangsungkan pilkada serentak 2020,” katanya saat diwawancarai melalui percakapan daring.

Reporter : M. Rio Fani dan Azalika Ifititah

Editor     : Ayu Wulandari Hasibuan

- Advertisement -

Share article

Latest articles